Ilustrasi seseorang wanita memegang perut karena maag kambuh /Foto: Indoragamnewscom
Indoragamnewscom-Cara mengatasi maag menjadi topik yang banyak dicari, terutama bagi mereka yang sering mengalami nyeri perut, mual, atau sensasi terbakar di dada. Istilah maag sendiri sebenarnya bukan penyakit, melainkan sebutan umum untuk berbagai keluhan pada sistem pencernaan.

Keluhan seperti sakit perut, mual, muntah, dada terasa panas, kembung, begah, hingga mulut terasa asam sering dianggap sebagai maag. Gejala tersebut biasanya menandakan adanya gangguan pada lambung, terutama saat asam lambung meningkat.
Ketika maag kambuh, banyak orang kebingungan menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi. Padahal, pola makan dan kebiasaan sehari-hari sangat memengaruhi kondisi lambung.
Maag Bukan Penyakit, Tapi Gejala Gangguan Lambung

Dalam istilah medis, maag lebih merujuk pada kumpulan gejala yang muncul akibat gangguan pencernaan. Sensasi nyeri, perut kembung, hingga rasa terbakar di dada biasanya berkaitan dengan peningkatan asam lambung.
Saat kondisi ini terjadi, lambung menjadi lebih sensitif. Karena itu, penting untuk memperhatikan asupan makanan agar tidak memperparah iritasi.
Mengunyah Permen Karet untuk Menetralisir Asam Lambung
Ketika maag tiba-tiba kambuh, salah satu cara sederhana yang bisa dilakukan adalah menetralisir asam lambung. Mengunyah permen karet diketahui dapat meningkatkan produksi air liur.
Air liur yang meningkat membantu menetralkan asam lambung secara alami. Kondisi ini bisa membuat perut terasa lebih nyaman dan mengurangi sensasi nyeri.
Gula Berlebih Dapat Memperparah Kondisi Lambung
Gula dikenal kurang baik bagi kesehatan, terutama bagi penderita maag. Kandungan gula terdiri dari glukosa dan fruktosa, di mana fruktosa hanya dapat dimetabolisme oleh hati dalam jumlah tertentu.
Jika dikonsumsi berlebihan, hati harus bekerja lebih keras untuk mengubah fruktosa menjadi lemak. Selain itu, gula mengandung senyawa yang sulit dicerna sistem pencernaan, termasuk lambung. Karena itu, konsumsi gula sebaiknya dibatasi saat maag kambuh.
Hindari Makanan Tinggi Gas
Saat maag menyerang, lambung biasanya dipenuhi gas asam. Konsumsi makanan tinggi gas dapat memperparah kondisi ini.
Beberapa makanan yang sebaiknya dihindari antara lain kol, singkong, durian, dan buah kering. Jenis makanan tersebut dapat meningkatkan produksi gas di lambung dan menambah rasa tidak nyaman.
Alpukat Membantu Regenerasi Dinding Lambung
Alpukat dikenal memiliki kandungan yang bermanfaat untuk kesehatan lambung. Buah ini mengandung senyawa yang dapat membantu proses regenerasi pada dinding lambung yang terluka.
Mengonsumsinya dalam bentuk jus dinilai lebih mudah dicerna oleh tubuh, sehingga dapat membantu meredakan gejala yang muncul.
Pisang Membantu Menetralkan Asam Lambung
Pisang termasuk buah yang ramah untuk lambung. Buah ini memiliki pH sekitar 5,6 yang mendekati netral.
Karena sifatnya tersebut, pisang dapat membantu meringankan gejala asam lambung dan memberikan rasa nyaman pada perut.
Apel Manis Dapat Membantu Meredakan Gejala
Apel mengandung kalsium, magnesium, dan kalium yang dipercaya mampu meredakan gejala maag. Namun, tidak semua jenis apel cocok dikonsumsi saat maag kambuh.
Apel merah yang manis lebih disarankan dibandingkan apel hijau yang cenderung asam karena dapat memicu peningkatan asam lambung.
Merokok Memperburuk Kondisi Lambung
Saat maag kambuh, kondisi lambung sedang sensitif terhadap asam. Kebiasaan merokok hanya akan memperparah iritasi pada lambung.
Bahkan jika sudah mengonsumsi obat pereda asam lambung, efeknya bisa berkurang jika masih merokok. Zat beracun dalam rokok juga berdampak buruk bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Makanan Asam dan Pedas Sebaiknya Dihindari
Saat maag menyerang, penting untuk menghindari makanan yang dapat meningkatkan kadar asam lambung. Beberapa di antaranya adalah lemon, jeruk, bawang merah, bawang putih, tomat, peppermint, serta makanan pedas.
Jenis makanan tersebut dapat memperparah kondisi lambung yang sedang sensitif dan memicu rasa nyeri lebih hebat.




Tidak ada komentar