Menghindari Syirik: Mengenal Allah dan Menjauhi Jalan Sesat

3 menit membaca
Fitri Sri
Khazanah - 12 Jul 2026

Indoragamnewscom-Syirik adalah dosa terbesar dalam Islam: menyekutukan Allah dengan beribadah kepada selain-Nya atau mengakui ada zat lain yang memiliki kekuasaan seperti Dia.

Tidak ada satu pun di alam semesta ini yang mampu menyaingi kekuasaan Allah. Dialah yang mencipta dan mengatur seluruh alam semesta, termasuk memberikan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya.

Allah berfirman dalam QS Al-Baqarah ayat 255, Ayat Kursi: “Allah, tidak ada Tuhan selain Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya; tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

Syirik termasuk perbuatan zalim yang paling besar. Allah menegaskan dalam QS An-Nisa ayat 116: “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan sesuatu dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.”

Cara Menghindari Perbuatan Syirik

Pelaku syirik umumnya tidak mengenal Allah secara hakiki. Mereka tidak mengetahui sebesar apa kekuasaan-Nya, sehingga terbujuk rayuan setan untuk menuju tuhan-tuhan lain.

Mengenali Allah. Cara utama menghindari syirik adalah dengan berusaha mengenal Allah melalui membaca dan menghayati terjemahan Al-Quran, yang banyak berbicara tentang kekuasaan-Nya. Menghadiri majelis ilmu juga penting. Para ulama mengajarkan aqidah dan tauhid, mengisahkan bagaimana Allah menyelamatkan orang-orang saleh, sehingga kita semakin mengenali dan mencintai-Nya.

Melaksanakan Perintah Allah. Manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah. Amal saleh yang dikerjakan atas dasar perintah-Nya akan mendekatkan kita kepada-Nya. Allah berfirman dalam QS Al-Bayyinah ayat 7-8: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah balasan bagi orang yang takut kepada Tuhannya.”

Memperbanyak Mengingat Allah. Perbanyak dzikir dengan kalimat tayyibah seperti basmalah, hamdalah, istighfar, dan hauqalah. Kalimat-kalimat itu menguatkan keyakinan bahwa hanya Allah yang berkuasa atas segala hal. Allah berfirman dalam QS Al-A’raf ayat 205: “Dan sebutlah nama Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.”

Setan berjanji akan menyesatkan manusia setelah ia menolak perintah Allah untuk bersujud kepada Adam. Allah berfirman dalam QS Shaad ayat 82-83: “Iblis menjawab: ‘Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.'”

Orang-orang yang mukhlis—yang selalu berharap dan bergantung kepada Allah—akan dilindungi dari godaan setan. Para ulama menjelaskan inilah yang membuat setan bersumpah atas nama Allah untuk menggoda manusia, karena setan menyadari tidak ada yang bisa menjadikan seseorang sesat tanpa izin Allah.

Menunaikan Shalat. Shalat adalah tiang agama dan ibadah yang pertama kali dihisab kelak. Allah berfirman dalam QS Al-Ankabut ayat 45: “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Menjauhi Hal-Hal Berbau Syirik. Jauhi pergaulan yang lekat dengan ilmu klenik, ajakan mendatangi ‘orang pintar’, dan informasi berbau ramalan. Sebaliknya, dekatlah dengan lingkungan yang baik.

Berkumpul dengan orang saleh memungkinkan kita saling mengingatkan dalam amar ma’ruf nahi munkar. Mereka senantiasa berbicara rasional atas dasar ilmu agama, sehingga kita terbentengi dari keinginan berbuat syirik.

Bagikan Disalin

IKLAN

INSTAGRAM

2 months ago
2 months ago
2 months ago
3 months ago
3 months ago

x
x
CLOSE ADS