Ni Luh Enik Ermawati Desak Kolaborasi Multipihak Dalam Konferensi Internasional Institut STIAMI

3 menit membaca
Ninding Yulius Permana
Nasional - 14 Feb 2026

Indoragamnewscom-Penyelenggaraan konferensi internasional Institut STIAMI yang keenam menjadi momentum krusial dalam merespons tantangan transformasi pelayanan publik di era disrupsi teknologi. Acara yang berlangsung Sabtu (14/2/2026) ini mempertemukan pakar dari Rumania, Korea Selatan, hingga Malaysia untuk membedah integrasi tata kelola digital dan logistik cerdas.

Fokus utama diskusi diarahkan pada penciptaan sistem layanan yang lebih adaptif serta berkelanjutan melalui penguatan komunikasi strategis.

Partisipasi aktif para akademisi dan praktisi global dalam forum ini menegaskan bahwa inovasi kebijakan berbasis data kini menjadi kebutuhan mendesak bagi efisiensi birokrasi dan peningkatan daya saing industri di tingkat internasional.

Akselerasi Digital Sebagai Fondasi Daya Saing Pariwisata

Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Enik Ermawati, menekankan bahwa kecepatan perubahan teknologi menuntut pergeseran paradigma dalam pengambilan kebijakan. Sektor pariwisata dan layanan publik harus mampu mengadopsi sistem digital guna memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna jasa maupun wisatawan mancanegara.

“Akselerasi digital menuntut kolaborasi multipihak. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas kebijakan sekaligus daya saing sektor pariwisata dan layanan publik Indonesia di tingkat global,” ujar Ni Luh Enik Ermawati.

Menurutnya, perguruan tinggi berperan sebagai pemasok pemikiran kritis dan riset aplikatif yang dapat langsung diimplementasikan oleh pemerintah serta pelaku industri dalam skala nasional.

Komitmen Institut STIAMI Membangun Ekosistem Akademik Global

Rektor Institut STIAMI, Sylviana Murni, menjelaskan bahwa konferensi bertajuk The 6th International Conference ini merupakan langkah nyata institusi dalam memperluas jejaring riset internasional. Forum ini tidak hanya berfungsi sebagai wadah pertukaran ide, tetapi juga sebagai ruang untuk menciptakan solusi nyata bagi sistem pelayanan masa depan.

“Konferensi ini merupakan manifestasi komitmen institusi dalam membangun ekosistem akademik yang kolaboratif serta produktif menghasilkan pemikiran aplikatif. Forum internasional ini juga diharapkan memperluas jejaring riset dan membuka peluang kerja sama lintas negara,” ungkap Sylviana Murni.

Pihak institusi menargetkan agar hasil dari diskusi ilmiah ini dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi kebijakan yang praktis bagi instansi pemerintah dan perusahaan swasta di bidang logistik maupun perhotelan.

Perspektif Komparatif Dari Pakar Lintas Negara

Diskusi ilmiah ini menghadirkan beragam sudut pandang dari narasumber internasional seperti Tasente Tanase dari Rumania dan Kim Soo Il dari Korea Selatan. Para pakar membedah bagaimana negara-negara maju mengintegrasikan smart logistics ke dalam sistem pemerintahan untuk memangkas jalur birokrasi yang tidak efisien.

Kontribusi pemikiran juga datang dari Ilham Sentosa (Malaysia), Degdo Supriyatno sebagai praktisi transportasi, serta Rokhmin Dahuri. Pertukaran gagasan yang dipandu oleh moderator Ridfa Chairani ini menyoroti pentingnya manajemen transportasi multimoda dan komunikasi strategis dalam menjaga stabilitas layanan publik di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Antusiasme peserta yang mengikuti jalannya acara secara daring maupun luring menunjukkan bahwa isu tata kelola digital merupakan topik yang paling dicari oleh komunitas ilmiah saat ini. Berbagai gagasan mengenai sistem hospitality masa depan yang dibahas diharapkan mampu mempercepat transformasi pelayanan di Indonesia agar lebih transparan dan efisien.

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

1 week ago
3 weeks ago
4 weeks ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!