Produk unggulan petani lokal di Pasar Petani Garuda/Foto: Humas Pemkab BogorIndoragamnewscom, BOGOR-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mulai mengoperasionalkan Pasar Petani Garuda sebagai langkah nyata memperkuat sektor pertanian, mendorong ekonomi kerakyatan, sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.

Operasional awal pasar ini ditandai dengan peninjauan langsung oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto, bertepatan dengan Festival Buah yang digelar Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun), Jumat (30/1/2026).
Rudy menjelaskan, pembangunan Pasar Petani Garuda saat ini baru mencapai sekitar 50 persen. Sejumlah fasilitas pendukung seperti lapak pedagang, toilet, dan musala masih dalam tahap penyelesaian dan akan dilanjutkan pada tahun 2026.
Meski belum sepenuhnya rampung, pasar ini sudah ditetapkan sebagai proyek percontohan (pilot project) pengembangan sentra petani yang ke depan akan direplikasi di berbagai wilayah Kabupaten Bogor.

“Petani tidak hanya ada di Cibinong. Kabupaten Bogor punya potensi besar, mulai dari petani buah, tanaman hias, hingga sentra ikan konsumsi dan ikan hias. Ke depan, kami akan membuka sentra petani di kecamatan lain dan merevitalisasi pasar-pasar ikan,” ujar Rudy.
Ia menegaskan, pengelolaan Pasar Petani Garuda dilakukan secara tertib dan transparan. Setiap petani dikenakan biaya administrasi Rp100.000 per tahun, sebagai upaya mencegah praktik jual beli lapak serta memastikan seluruh pelaku usaha tercatat resmi di Distanhorbun.
Tak hanya fokus pada pasar, Pemkab Bogor juga mendorong pemanfaatan lahan tidur milik pemerintah daerah agar memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Salah satu langkahnya melalui pembangunan dan revitalisasi hutan kota, yang dinilai berkontribusi terhadap pengurangan risiko banjir.
Dalam rangka memperkuat ketahanan pangan sekaligus penghijauan, Pemkab Bogor menyiapkan program desa sentra buah yang mencakup 416 desa dan 19 kelurahan. Program ini dilengkapi stimulus serta perlombaan untuk mendorong setiap desa memiliki ketahanan pangan dan potensi unggulan masing-masing.
Saat ini, sebanyak 71 lapak telah beroperasi dari total sekitar 150 lapak yang direncanakan. Seluruh pedagang akan terikat melalui perjanjian kerja sama dengan Distanhorbun sebagai pengelola.
Ke depan, Pemkab Bogor juga berkomitmen memprioritaskan pengadaan tanaman dan bibit dari petani lokal untuk kebutuhan taman dan ruang terbuka hijau. Selain itu, pemerintah daerah juga akan menyalurkan bibit gratis kepada masyarakat.
Beragam produk unggulan petani kini bisa ditemukan di Pasar Petani Garuda, mulai dari buah segar dan tanaman hias dengan harga terjangkau, hingga tanaman koleksi bernilai tinggi. Salah satu yang menjadi perhatian adalah varietas alpukat khas Kabupaten Bogor yang telah tersertifikasi oleh Kementerian Pertanian.







Tidak ada komentar