Pantai Pasir Padi di Pangkalpinang punya pasir padat beralas timah, ombak tenang, dan menjadi venue balap motor dunia/Foto: Indonesia KayaIndoragamnewscom-Pantai Pasir Padi di Pangkalpinang menyimpan keunikan yang tak ditemukan di banyak tempat lain: kontur pasirnya begitu padat hingga kendaraan roda dua, roda empat, bahkan truk tronton bisa melaju di atasnya.

Sebab di bawah hamparan pasir putih itu, terdapat endapan timah yang mengeraskan struktur pantai. Lokasinya hanya 7 kilometer dari pusat kota, menjadikannya favorit warga dan wisatawan yang baru mendarat di Pulau Bangka.
Garis pantai Pasir Padi membentang hampir dua kilometer, terpanjang di seluruh Pulau Bangka . Saat air laut surut, bibir pantai bisa membentuk daratan selebar 100 hingga 300 meter pada titik tertentu. Fenomena ini memungkinkan pengunjung berjalan kaki hingga ke Pulau Punai, sebuah daratan kecil berbatu yang berjarak sekitar 200 meter dari bibir pantai .
Ombaknya tenang. Pada September hingga Oktober, saat musim laut pasang tiba, kedalaman air di pinggir pantai hanya berkisar 10 hingga 50 sentimeter. Kondisi ini aman bagi anak-anak untuk berenang dan bermain air.

Tidak heran jika pada akhir pekan dan hari libur, jumlah pengunjung bisa mencapai 6.000 orang per hari . Pedagang berjajar di sepanjang Jalan Pantai Pasir Padi, menawarkan otak-otak bakar, mie Bangka, pempek, hingga ikan bakar.
Warung-warung beratap terpal biru dan oranye itu menyediakan meja dan kursi kayu dengan pemandangan menghadap langsung ke laut.
Salah satu fenomena unik terjadi setiap tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek. Masyarakat Tionghoa di Pangkalpinang menggelar upacara adat Peh Chun di pantai ini. Air laut surut sangat jauh, mencapai 1 kilometer dari bibir pantai.
Ribuan orang berduyun-duyun menuju Pasir Padi untuk melarung kue chang ke laut sebagai penghormatan kepada Qu Yuan, bangsawan dari Dinasti Chu yang hidup pada 340 Sebelum Masehi.
Di luar ritual tahunan itu, Pantai Pasir Padi juga menjadi arena berbagai kejuaraan olahraga. Pada 2017, salah satu seri Kejuaraan Dunia Motokros digelar di sini.
Balapan berlangsung di atas permukaan pasir padat yang menjadi ciri khas pantai ini. Bahkan lomba balap mobil dan motor trail masih rutin diselenggarakan hingga kini.
Pemerintah kota Pangkalpinang menetapkan tarif masuk yang terjangkau: Rp2.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp4.000 untuk minibus. Biaya itu sudah termasuk parkir di sepanjang garis pantai. Pengunjung disarankan menyiapkan uang receh, karena beberapa pengamen kerap datang menyambangi saat wisatawan bersantai.
Akses menuju pantai ini terbilang mudah. Hanya sekitar 15 menit berkendara dari Bandara Depati Amir. Jalan beraspal mulus tersedia hingga ke lokasi. Beberapa penginapan, resort, hingga galeri seni dan toko suvenir telah berdiri di kawasan ini.
Pemerintah setempat bahkan telah merampungkan studi kelayakan pembangunan waterfront city—kota baru di atas air—yang rencananya akan menjadi mega proyek terbesar di Asia Tenggara.
Sumber: Indonesia Kaya







Tidak ada komentar