Pemerintah tahan harga Pertalite Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter. Pertamina jamin stok BBM subsidi aman dan melimpah/Ilustrasi: IndoragamnewscomIndoragamnewscom, JAKARTA-Pemerintah memastikan harga Bahan Bakar Minyak bersubsidi tidak naik di tengah dinamika pasar energi global. Harga Pertalite tetap di angka Rp10.000 per liter, sementara Biosolar dipertahankan pada Rp6.800 per liter.

Kebijakan itu disebut sebagai jaring pengaman daya beli masyarakat. Pemerintah ingin mobilitas pekerja, distribusi hasil panen, hingga keberlangsungan usaha kecil tidak terhambat biaya energi yang memberatkan.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan ketersediaan stok BBM subsidi dalam kondisi aman dan melimpah. Pihaknya terus mengoptimalkan pengelolaan rantai pasok melalui infrastruktur terintegrasi dari Sabang hingga Merauke.
“Selain memastikan stok Pertalite dalam kondisi tersedia dan distribusi ke seluruh SPBU berjalan normal, Pertamina Patra Niaga juga terus melakukan pemantauan secara real-time terhadap kondisi stok dan penyaluran BBM di seluruh wilayah agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Roberth, Sabtu (13/6/2026).

Ia menambahkan Pertamina telah menyiapkan skema penguatan distribusi untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan di wilayah tertentu. Masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan energi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan energi dengan membeli BBM sesuai kebutuhan dan sesuai dengan peruntukannya serta sesuai dengan jenis kendaraan yang digunakan. Pertamina Patra Niaga akan terus menjalankan tugas penyaluran energi dengan optimal,” tutup Roberth.






