Pep Guardiola Meradang Dihujat soal Komposisi Tim: “Jenius Kalau Menang, Bodoh Kalau Kalah”

3 menit membaca
Dede Idrus
News, Olahraga - 14 Mar 2026

Indoragamnewscom-Manajer Manchester City, Pep Guardiola, melancarkan pembelaan sengit atas keputusan taktisnya yang berujung kekalahan telak 3-0 dari Real Madrid di leg pertama babak 16 besar Liga Champions.

Dalam konferensi pers jelang laga melawan West Ham, Jumat (13/3/2026), Guardiola dengan lugas mematahkan kritik yang dialamatkan padanya, sembari mengingatkan bahwa keputusan seorang pelatih selalu dinilai dari hasil akhir.

Federico Valverde mencetak trigol luar biasa pada babak pertama di Santiago Bernabeu, membuat Los Blancos dalam posisi nyaman menjelang lawatan ke Etihad pekan depan.

Komposisi pemain yang diturunkan Guardiola langsung menjadi sorotan tajam, namun pelatih asal Katalan itu mengaku sudah terbiasa dengan kritik semacam ini setelah satu dekade berkarier di Inggris.

“Sudah saya katakan dalam konferensi pers di Madrid, ada alasan logis di balik keputusan itu. Momentum pemain dan banyak hal,” ujar Guardiola.

Ia kemudian mengungkit keputusannya di final Liga Champions 2021 saat melawan Chelsea, ketika ia memainkan Ilkay Gundogan sebagai gelandang bertahan tanpa Fernandinho.

“Apa itu terlihat normal? Tidak, jujur saja. Saat itu saya hancur. Mereka benar, tetapi saya tahu bagaimana performa Gundogan saat itu, sementara Rodri belum seperti yang kita kenal sekarang.”

“Saya bisa menjelaskannya padamu, tapi apakah itu akan meyakinkanmu untuk lain kali? Jika Anda menang, Anda jenius. Berapa kali saya disebut jenius karena pemilihan tim? Saya tidak mau buang waktu,” tegasnya.

Guardiola juga menyoroti inkonsistensi opini publik yang berubah drastis tergantung hasil pertandingan. Ia mencontohkan kemenangan 3-1 atas Newcastle di Piala FA akhir pekan lalu, di mana Savinho dinobatkan sebagai pemain terbaik.
“Saya ingin tim menjadi ancaman. Saya ingin pemain masuk ke kotak penalti. Sekali lagi saat lawan Newcastle, Savinho jadi pemain terbaik. Saya ingin tipe permainan seperti itu. Jika saya menempatkan tipe pemain lain untuk kontrol lebih, kami tidak punya ancaman itu,” katanya.

“Saya punya pemain yang luar biasa, dan mereka luar biasa dalam banyak hal. Kalian bisa berkata apa pun. Saya akan meyakinkanmu, saat susunan pemain dibuat besok. Saya ingin merotasi tim, kami ingin tampil baik,” sambungnya.

Guardiola bahkan menyebut dirinya telah “dihabisi” oleh kritikus setiap kali kalah di Liga Champions selama 17 tahun karier kepelatihannya. “Setiap kali saya kalah, boom, Tuhan, pew pew pew. Saya sudah dihabisi,” katanya menirukan bunyi tembakan.

Manajer City ini mengakui bahwa anak asuhnya perlu meningkatkan pergerakan di kotak penalti, terutama di tengah paceklik gol Erling Haaland yang hanya mencetak dua gol dari open play dalam 17 pertandingan terakhir. Namun ia tetap optimistis timnya bisa bangkit.

“Saya ingin ancaman, saya ingin orang-orang tiba di kotak penalti, saya ingin orang-orang bersorak saat winger kami masuk. Erling adalah nomor satu di dunia di posisinya. Tentu dia butuh gol. Tim butuh dan dia butuh. Kami harus lebih sering memberinya umpan,” pungkasnya.

 

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

1 week ago
3 weeks ago
4 weeks ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!