Program Aklimatisasi Jelang All England, Indra Widjaja Sebut Krusial untuk Pemain Muda

2 menit membaca
Evan Permana
News, Olahraga - 25 Feb 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Pelatih tunggal putra Indonesia Indra Widjaja menyambut positif program aklimatisasi yang dijalani tim pelatnas jelang All England Open Badminton Championships 2026.
Menurutnya, keberangkatan lebih awal ke Inggris menjadi langkah penting, terutama bagi pemain muda seperti Alwi Farhan yang baru pertama kali merasakan atmosfer turnamen tertua di dunia itu.

Tim Indonesia terbang ke London melalui Istanbul dan akan melanjutkan perjalanan darat ke Milton Keynes setibanya di Inggris. Indra menilai waktu tambahan sebelum turnamen dimulai sangat krusial untuk pemulihan fisik setelah perjalanan panjang.

“Saya rasa ini positif, terutama untuk penyesuaian waktu dan perjalanan panjang dari Indonesia ke Inggris. Recovery bisa lebih bagus,” ujar Indra dalam keterangan tertulis, Selasa (24/2/2026).

Adapun All England 2026 menjadi pengalaman perdana bagi Alwi Farhan. Indra menyadari turnamen yang kerap disebut angker itu memiliki atmosfer berbeda dibanding ajang lainnya.

Ia pun mengingatkan anak asuhnya agar menikmati proses dan tidak terbebani stigma.

“Memang orang bilang atmosfer All England itu angker, tapi apa pun itu, saya rasa ini pengalaman yang baik untuk dia,” kata Indra.

Sementara itu, adaptasi terhadap cuaca dingin dan perbedaan waktu juga menjadi perhatian serius. Dengan mini training camp lebih awal, pemain memiliki waktu menyesuaikan kondisi fisik sebelum masuk fase pertandingan.

Menurut Indra, menghadapi tekanan dan atmosfer besar merupakan bagian dari proses pembentukan mental pemain. Turnamen seperti All England menjadi panggung penting untuk menguji kesiapan bertanding di level elite.

Dari 20 atlet pelatnas yang akan tampil di All England 2026, hanya pasangan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi yang tidak mengikuti program aklimatisasi karena masih berlaga di German Open.

Bagi Indra, persiapan matang menjadi fondasi utama. Hasil memang penting, tetapi pengalaman dan proses pembelajaran di panggung besar seperti All England akan menjadi modal berharga bagi masa depan tunggal putra Indonesia.

Program aklimatisasi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang PBSI membangun mental juara pemain muda. Sebelumnya, sektor tunggal putra kerap mengalami kendala adaptasi saat bertanding di Eropa, terutama menghadapi perbedaan cuaca dan waktu yang ekstrem.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

2 weeks ago
2 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!