Petani Hortikultura di Temanggung/Foto:Pemkab TemanggungIndoragamnews.com, JAKARTA-Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Temanggung menggelar Forum Rembuk Ekonomi dengan menghadirkan para ahli dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Kegiatan yang diikuti ratusan petani tersebut berlangsung di Aula Progo Bapperida Temanggung, Selasa (4/11/2025).

Kepala Bapperida Kabupaten Temanggung Hendra Sumaryana mengatakan, forum tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni ahli fisika Prof. Muhammad Nur, ahli kimia Prof. Suherman, dan ahli ekonomi Prof. Firmansyah. Mereka berdiskusi bersama petani mengenai penerapan hasil riset dan inovasi untuk meningkatkan kualitas serta daya tahan produk hortikultura.
“Tujuan pertemuan ini adalah agar para petani mengetahui bahwa ada teknologi pengolahan produk hortikultura yang dapat membuat hasil panen lebih tahan lama atau lebih awet,” ujar Hendra.
Ia menjelaskan, forum tersebut menjadi langkah awal sebelum dilakukan pertemuan lanjutan yang lebih spesifik dan bersifat praktis. Melalui kegiatan ini, petani diharapkan semakin berdaya dalam mengolah hasil pertanian agar bernilai tambah.

“Dengan teknologi khusus, produk hortikultura bisa bertahan hingga 30 hari. Ini tentu sangat baik karena petani tidak lagi khawatir hasil panennya busuk atau terpaksa dijual murah,” kata dia.
Hendra menambahkan, sektor pertanian masih menjadi lapangan kerja utama di Kabupaten Temanggung dengan kontribusi tenaga kerja sekitar 45 persen. Namun, berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian daerah baru mencapai 21 persen, lebih rendah dibandingkan sektor industri (24 persen) dan perdagangan/jasa (23 persen).
“Kondisi ini menjadi tantangan menarik, bagaimana hasil pertanian bisa ditingkatkan agar turut mendorong kesejahteraan masyarakat,” jelas dia.
Sementara itu, Prof. Muhammad Nur menjelaskan bahwa dalam forum tersebut Undip menggali langsung permasalahan dari para petani sekaligus memperkenalkan salah satu hasil riset unggulan berupa teknologi Plasma Ozon, yakni teknologi pengawetan produk hortikultura berbahan alami.
“Teknologi ini dapat memperpanjang masa simpan tanpa membekukan produk. Hasil panen tetap segar karena teknologi ini membunuh bakteri penyebab pembusukan,” terang dia.
Ia menambahkan, teknologi Plasma Ozon telah diterapkan oleh petani di sedikitnya 15 provinsi, termasuk di Jawa Tengah seperti Kabupaten Magelang, Wonosobo, dan Semarang. Ia berharap teknologi tersebut segera diadopsi oleh petani Temanggung.
“Kami mendorong petani untuk berkumpul dalam wadah koperasi agar teknologi ini dapat dimanfaatkan bersama. Jadi, petani harus kompak,” kata dia.
Sumber: Info Publik







Tidak ada komentar