Retret Enam Hari di Waisai untuk 112 Kepala Kampung Raja Ampat

2 menit membaca
Fazril Maulana
Daerah - 20 Mei 2026

Indoragamnewscom, RAJA AMPAT-Tidak ada kampung yang dibiarkan berjalan sendiri. Itu pesan utama Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, saat melantik 112 kepala kampung sekaligus membuka retret kepemimpinan di Lapangan Upacara Kantor Bupati, Senin (18/5/2026).

Pelantikan ini dirangkai dengan pembekalan selama enam hari hingga Sabtu (23/5/2026), sebuah format yang oleh beberapa pihak disebut mirip retret kepala daerah dan menteri di era pemerintahan Prabowo Subianto.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, saya mengucapkan selamat kepada seluruh Kepala Kampung yang telah resmi dilantik dan dikukuhkan,” ujar Orideko dikutip Rabu (20/5/2026).

“Saudara-saudara adalah ujung tombak pemerintahan, pemimpin pertama yang disentuh langsung oleh masyarakat.”

Ia menegaskan sumpah jabatan bukan sekadar seremonial, melainkan tanggung jawab kepada Tuhan, masyarakat, dan negara. Pelantikan baru dapat dilaksanakan pada 18 Mei setelah seluruh tahapan pemilihan kepala kampung tahun 2025 selesai.

Retret ini, menurut Bupati, dirancang bukan hanya sebagai forum pelatihan teknis, tetapi ruang refleksi, penguatan nilai, dan pembaruan semangat pengabdian. Materi pembekalan mencakup tata kelola pemerintahan kampung, pengelolaan dana desa yang akuntabel, peningkatan pelayanan publik, perencanaan pembangunan partisipatif, hingga pengembangan potensi lokal berbasis kearifan budaya Raja Ampat .

“Kepala kampung merupakan ujung tombak pembangunan daerah sehingga dituntut mampu menjalankan pemerintahan kampung secara profesional, transparan, dan akuntabel,” kata Orideko di hadapan peserta dan unsur Forkopimda.

Soal anggaran, Bupati menyebut dana yang turun ke kampung, baik dana desa maupun alokasi dana desa (ADD) cukup besar. Pengelolaannya harus terencana, transparan, dan tepat sasaran. Setiap rupiah, katanya, harus dapat dipertanggungjawabkan.

Pemerintah daerah memastikan pendampingan berkelanjutan bagi kepala kampung. Orideko menegaskan tidak ada kampung yang dibiarkan berjalan sendiri tanpa koordinasi dengan distrik dan kabupaten.

“Tidak ada kampung yang dibiarkan berjalan sendiri. Melalui koordinasi yang erat antara kampung, distrik, dan kabupaten, kita akan membangun Raja Ampat yang lebih maju, adil, dan sejahtera,” ujarnya.

“Jangan takut menghadapi tantangan. Setiap masalah di kampung adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa Saudara layak dipercaya,” tambahnya.

Orideko juga meminta para pemimpin kampung merangkul seluruh warga tanpa membedakan kelompok. “Kalau sudah menjadi pemimpin, berarti menjadi milik semua masyarakat. Tidak boleh lagi ada perbedaan-perbedaan yang memisahkan masyarakat,” tegasnya.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati, pimpinan DPRK, unsur TNI-Polri, Sekda, pimpinan OPD, kepala distrik, tokoh masyarakat, serta seluruh kepala kampung peserta retret.

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

2 days ago
2 weeks ago
3 weeks ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!