Blue bird, rekosistem (waste management), dan BCA digital saat membuka Proyek ke-8 mereka di Jimbaran, BaliIndoragamnewscom, BALI-Saat pemerintah kewalahan putar otak untuk mengatasi masalah sampah di Bali. Berbagai pihak swasta dan masyarakat melakukan gerakan insentif digital terukur untuk penangan sampah dari lingkungan.

Kolaborasi lintas sektor dijalankan Blue bird, rekosistem (waste management), dan BCA digital mebantu perekonomian sirkular yang mudah diakses oleh masyarakat melalui pengolahan sampah. Mereka mengambil langkah konkret untuk ekosistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan terintegrasi di Indonesia.
#bluBuatBaik Waste Station terbaru resmi dibuka di Pool Bluebird Group Jimbaran, Bali, titik drop-off sampah terpilah berbasis insentif digital yang mudah diakses masyarakat. pendekatan holistik lintas industri, mereka membangun model kolaborasi yang memadukan dukungan mobilitas, pengelolaan sampah profesional, serta insentif digital.
Di mana, bluebird Group menghadirkan lokasi strategis yang memudahkan partisipasi masyarakat, Rekosistem memastikan proses pengolahan sampah berjalan terukur hingga tahap akhir, sementara BCA Digital menghadirkan insentif saldo digital blu dari konversi Rekopoin untuk setiap sampah terpilah yang disetorkan di waste station.

Sebagai pendorong utama program memperkuat motivasi masyarakat dalam memupuk kebiasaan memilah sampah.
“Sebagai impact-oriented technology company, kami ingin memastikan ini membawa dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Menumbuhkan kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab dan mendorong perkembangan ekonomi sirkular di Indonesia. Kami memulai langkah konkret dengan menghadirkan #bluBuatBaik waste station bersama para mitra,” kata Nariswari Yudianti, Head of Corporate Communications BCA Digital di Jimbaran, Bali, Rabu 17 Desember 2025.
Ia menyebut, pihaknya memanfaatkan platform blu by BCA Digital untuk memberikan insentif berupa saldo bluAccount dari konversi Rekopoin, sehingga partisipasi masyarakat dapat berjalan lebih mudah dan terasa manfaatnya secara langsung.
“Kami jalankan searah dengan fokus regulator, khususnya OJK, yang kini tengah memperkuat implementasi ESG di sektor keuangan. Langkah yang kami ambil bukan hanya berangkat dari niat baik, tetapi juga menjadi bagian dari agenda nasional mendorong praktik keberlanjutan,” imbuh dia.
Dalam kesempatan peresmian #bluBuatBaik waste station ke-8 yang dihadirkan BCA Digital bersama Rekosistem. Dirinya menjelaskan sebelumnya, tujuh titik lain telah beroperasi di Jakarta, Tangerang, Bandung, dan Surabaya, dengan tingkat keterlibatan publik yang konsisten.
Secara kumulatif, ekosistem Rekosistem x BCA Digital telah mengumpulkan 163.595,12 kilogram sampah dan menekan 154.638,6 kilogram emisi CO₂, dengan dominasi sampah kertas, kardus, dan plastik. Hingga kini, lebih dari 2.774 individu tercatat sebagai pengguna aktif.
“Kolaborasi ini membuktikan bahwa ketika digital banking, mobilitas, dan greentech saling terhubung, kita dapat memperkuat circular economy dari hulu ke hilir dan mendorong dampak lingkungan yang lebih berkelanjutan,” jelas dia.
Untuk diketahui, Indonesia masih menghadapi persoalan sampah yang kompleks. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2024, timbulan sampah mencapai lebih dari 37 juta ton per tahun. Namun baru 33% yang berhasil dikelola. Di Bali, timbulan sampah tahun 2024 mencapai 1,2 juta ton, dengan Kota Denpasar sebagai penyumbang terbesar. Kondisi ini menegaskan urgensi kolaborasi lintas sektor untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.
Di tingkat nasional, Bluebird Group terus memperkuat komitmen keberlanjutannya melalui pengoperasian kendaraan listrik dan CNG, pemasangan solar panel di sejumlah pool, penyediaan fasilitas EV charging, serta kebijakan pengurangan plastik sekali pakai. Fondasi ini diperkuat secara lokal oleh Bluebird Group Bali melalui berbagai inisiatif lingkungan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat setempat.
“Sebagai unit operasional, Bluebird Group Bali menjadikan keberlanjutan sebagai fondasi kerja kami. Kami telah mengoperasikan lebih dari 50 kendaraan listrik, menyediakan EV charging station, memanfaatkan solar panel untuk efisiensi energi, serta menerapkan kebijakan zero single-use plastic. Karena itu, kehadiran #bluBuatBaik Waste Station Bali sangat selaras dengan perjalanan kami dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab dan mudah diakses masyarakat,” ujar Panca Wiadnyana, General Manager Bluebird Group Bali & Lombok.
Sementara itu, mitra pengelola sampah, Rekosistem memastikan bahwa setiap limbah yang disetor masyarakat diolah hingga tuntas melalui sistem pelacakan dan pemrosesan yang terintegrasi.
“Model kolaboratif seperti ini menunjukkan ekonomi sirkular hanya bisa berjalan jika setiap pihak membawa perannya masing-masing. Kemitraan ini menjadi langkah penting untuk menumbuhkan kebiasaan #PilahKemasSetor secara konsisten. Kami bangga menjadi bagian dari inisiatif yang bertujuan meningkatkan tingkat pemulihan sampah, terutama untuk material anorganik yang menjadi fokus pengolahan program kolaborasi ini,” kata Angga Adhitya Fritz Aradhana, Senior VP of Business Growth & Partnership Rekosistem.







Tidak ada komentar