Sederet Manfaat Kayu Secang yang Terbukti Ilmiah

2 menit membaca
Padilah Rahayu
Ragam - 11 Jun 2026

Indoragamnewscom-Dalam pengobatan tradisional Asia Tenggara, kayu secang (Caesalpinia sappan L.) sudah lama diracik untuk menangani berbagai keluhan. Dari demam, rematik, hingga masalah kulit, tanaman ini diandalkan secara turun-temurun.

Kini, sejumlah penelitian modern mulai membenarkan khasiat tersebut. Senyawa utama bernama brazilin menjadi pusat perhatian karena aktivitas antioksidan dan antiinflamasinya yang kuat.

Rebusan kayu secang menunjukkan potensi luar biasa dalam mengontrol gula darah. Sebuah studi tahun 2025 membuktikan, kombucha dari ekstrak kayu secang mampu menurunkan kadar glukosa darah mencit diabetes lebih cepat dibanding obat glibenclamide.

“Dosis kombucha 0,78 ml/20 gr BB merupakan dosis yang paling efektif,” tulis tim peneliti dalam jurnal Berita Biologi, karena mampu menurunkan gula darah mendekati normal hanya dalam 14 hari. Ini kabar baik di tengah meningkatnya kasus diabetes tipe 2.

Selain gula darah, kayu secang juga mujarab melawan peradangan. Penelitian yang dipublikasikan di Discover Applied Sciences (2024) mengonfirmasi, ekstrak kayu secang kaya akan brazilin mampu menekan produksi molekul pemicu radang seperti Nitric Oxide (NO), interleukin-6 (IL-6), dan Tumor Necrosis Factor-alpha (TNF-α).

Hasil serupa juga diungkap tim peneliti di NIH: brazilin secara signifikan mengurangi ekspresi IL-6 dan TNF-α pada sel makrofag yang terinfeksi. Temuan ini menjelaskan mengapa rebusan secang bisa meredakan nyeri sendi dan radang gusi.

Lebih jauh, potensi antikanker tanaman ini juga menarik perhatian. Brazilin disebut mampu memicu kematian sel kanker (apoptosis) melalui peningkatan protein LC3-II dan aktivasi caspase. “Brazilin memblokir ekspresi JNK dan mengatur translokasi nuklir Nrf2,” tulis para ilmuwan dalam jurnal Biomedicine & Pharmacotherapy, menunjukkan mekanisme molekuler yang kompleks dalam menghambat pertumbuhan sel kanker seperti osteosarkoma dan kanker payudara.

Namun, ada satu peringatan penting. Kayu secang tidak boleh dikonsumsi sembarangan, terutama bagi yang sedang menjalani pengobatan medis. Annisa Ayu Nur Hakim dalam penelitiannya di UPN Veteran Jakarta menemukan bahwa pemberian ekstrak kayu secang bersamaan dengan parasetamol mampu meningkatkan volume distribusi obat hingga 453,10%. Artinya, terjadi potensi interaksi signifikan yang bisa mengubah efek obat dalam tubuh.

Karena itu, meski alami, konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap wajib sebelum menjadikan wedang uwuh sebagai terapi rutin.

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
1 month ago
1 month ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!