Wagub Gorontalo Idah Syahidah sebut teknologi prebiotik zero waste pangkas biaya produksi padi dari Rp2 juta jadi Rp500 ribu. Gabah lebih berisi, tanah tetap subur untuk tanam berkelanjutan/Foto: Media Center GorontaloIndoragamnewscom, GORONTALO-Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menyatakan teknologi pertanian prebiotik zero waste minyak kelapa omega 3 terbukti mampu memangkas biaya produksi padi secara signifikan sekaligus menjaga kesuburan unsur hara tanah untuk musim tanam berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Idah saat meninjau panen padi dengan penerapan teknologi tersebut yang dikembangkan Kelompok Tani Huyula di Desa Dulohupa, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Rabu (10/6/2026).
Teknologi itu telah diterapkan pada lahan seluas 60 hektare dan panen yang dilakukan merupakan musim tanam ketiga.
Kualitas gabah yang dihasilkan melalui formula prebiotik dinilai jauh lebih unggul. Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, bulir padi tampak lebih berisi, bersih, dan mengilap.

Dari sisi biaya, penggunaan pupuk konvensional membutuhkan hampir Rp2 juta untuk satu petak sawah, sementara dengan teknologi prebiotik biaya yang dikeluarkan petani hanya sekitar Rp500 ribu.
“Ini tentu sangat membantu petani karena dapat menekan pengeluaran secara signifikan. Dengan biaya yang lebih rendah dan hasil yang lebih baik, pendapatan petani juga berpotensi meningkat,” katanya.
Idah juga menyoroti manfaat teknologi tersebut terhadap keberlanjutan lahan. Berdasarkan hasil pengujian unsur hara yang dipaparkan pengembang teknologi, tanah yang menggunakan pupuk prebiotik tetap terjaga kesuburannya sehingga dapat digunakan secara berulang untuk musim tanam berikutnya tanpa penurunan kualitas yang signifikan.
“Petani harus terus berinovasi dan memanfaatkan perkembangan teknologi. Dengan inovasi, biaya produksi bisa ditekan, kualitas hasil panen meningkat, dan nilai jual produk pertanian menjadi lebih tinggi. Inilah yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.






