#mussoliphotos disparbud2021Indoragamnewscom-Telaga Biru Cicerem di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menyuguhkan air sebening kaca dengan gradasi biru toska yang memikat. Danau alami seluas 900 meter persegi di ketinggian 315 meter di atas permukaan laut ini berada tepat di kaki Gunung Ciremai, gunung tertinggi di Jawa Barat dengan ketinggian 3.078 mdpl.

Kejernihan telaga ini bukan tanpa cerita. Ada dua versi legenda yang berkembang di masyarakat, dan keduanya ternyata saling terhubung. Versi pertama berkisah tentang Sunan Gunung Jati, salah satu Wali Songo yang menyebarkan Islam di wilayah Cirebon.
Konon, ketika Sunan Gunung Jati datang ke kaki Gunung Ciremai, ia menancapkan tongkatnya ke tanah. Seketika itu juga muncullah mata air yang terus meninggi dan berubah menjadi telaga. Air suci ini kemudian digunakan oleh para wali untuk berwudhu.
Versi kedua melibatkan sosok Nyi Bomas Inten, seorang perempuan dari Desa Kaduela yang menikah dengan Syekh Abdul Iman, keturunan Keraton Cirebon. Diceritakan bahwa warga setempat pernah dilanda kekeringan parah.

Syekh Abdul Iman pun meminta bantuan kepada Wali Songo. Para wali datang dan menancapkan tongkat mereka, muncullah telaga yang airnya tak pernah surut hingga kini. Nyi Bomas Inten dipercaya mendapatkan amanat untuk menjaga telaga tersebut selamanya bagi masyarakat yang membutuhkan.
Pengelola Telaga Biru Cicerem, Iim Ibrahim, mengungkapkan bahwa patung perempuan yang berdiri di kawasan telaga sengaja dibuat untuk menggambarkan sosok Nyi Bomas Inten. “Patung ini dibuat agar generasi muda juga bisa ingat sejarah Desa Kaduela. Patung ini juga kita jadikan ikon, biar orang kalau lihat patung ini ingat ada di sini,” ujar Iim.
Selain legenda, telaga ini juga memiliki keunikan lain. Di dalam airnya yang jernih, terdapat kayu catang berusia ratusan tahun yang hanya bisa dilihat dengan menyelam. Ikan dewa dan kancra bodas, dua jenis ikan yang dianggap keramat oleh warga setempat, juga hidup bebas di telaga ini dan tak pernah diganggu, kearifan lokal yang berlaku turun temurun.
Wisatawan dapat melakukan berbagai aktivitas, berenang di air telaga yang segar, menyewa perahu untuk mengelilingi danau, atau sekadar bersantai di bebatuan pinggir telaga sambil memberi makan ratusan ikan mas berukuran besar. Bagi yang ingin menginap, tersedia homestay dengan pemandangan terbaik saat matahari terbit.
Telaga Biru Cicerem berlokasi di Jalan Kaduela, Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan. Tiket masuk dibanderol Rp15.000 per orang, dengan biaya parkir motor Rp2.000 dan mobil Rp5.000. Tempat wisata ini buka setiap hari dari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB.







Tidak ada komentar