Tips Membentuk dan Membina Keluarga Islami

2 menit membaca
Nandang Permana
Khazanah - 05 Nov 2025

Indoragamnews.com, JAKARTA-Hidup berkeluarga memang merupakan fitrah sosial manusia. Secara psikologis, kehidupan berkeluarga, baik bagi suami, isteri, anak-anak, cucu-cicit atau bahkan mertua merupakan pelabuhan perasaan, ketenteraman, kerinduan, keharuan, semangat dan pengorbanan, semuanya berlabuh di lembaga yang bernama keluarga.

Keluarga Islam adalah keluarga yang dibangun atas dasar ketaatan kepada Allah SWT, yang mana pemahaman asas anggotanya adalah hanya mencari keredhaan Allah SWT, dan yang diatur oleh peraturan-Nya.

Setiap anggota keluarga Islam ini menjalankan hak dan kewajiban masing-masing sesuai dengan peraturan Allah SWT. Ketaatan ini dimulakan dari sejak awal, yaitu dari sejak menentukan kriteria pasangan hidup, proses memilih, khitbah (meminang), pernikahan, serta proses menjalani kehidupan rumah tangga, yaitu senantiasa berada di jalan kebenaran, jalan Allah SWT.

Membentuk dan membina keluarga islami merupakan cita-cita luhur setiap muslim. Keluarga islami adalah salah satu pondasi yang harus diwujudkan karena keluarga adalah salah satu unsur pembentuk masyarakat luas.

Jika semakin banyak keluarga menerapkan konsep islami, maka diharapkan semakin mudah membentuk masyarakat islami.

Bagaimana kita dapat membentuk keluarga yang sesuai dengan tuntutan Allah Subhanahu wa Taala, yaitu sebuah keluarga yang berasaskan ideologi Islam?

Pertama, asas dari pernikahan tersebut adalah akidah Islam, bukan manfaat ataupun kepentingan. Dengan menjadikan Islam sebagai landasan, maka segala sesuatu yang terjadi dalam keluarga tersebut dirujuk kembali pada Islam.

Kedua, adanya visi dan misi yang sama antara suami isteri tentang hakikat, tujuan hidup dan berkeluarga dalam Islam.

Ketiga, memahami dengan benar fungsi dan kedudukan masing-masing dalam keluarga dan berusaha sedaya upaya menjalankannya sesuai dengan tuntutan Allah dan Rasul-Nya.

Keempat, menjadikan Islam dan syariatnya sebagai penyelesaian terhadap seluruh permasalahan yang terjadi dalam kehidupan berkeluarga. Halal dan haram dijadikan landasan dalam melakukan sesuatu, bukan hawa nafsu.

Kelima, mengamalkan amar makruf nahi mungkar di antara sesama anggota keluarga sehingga seluruh anggota keluarga sentiasa berjalan pada landasan Islam.

Keenam, menghiasi rumah dengan membiasakan melakukan amalan-amalan sunnah, seperti membaca Al-Quran, bersedekah, melakukan Sholat sunnah, dan sebagainya.

Ketujuh, senantiasa berdoa kepada Allah dan bersabar dalam situasi apapun.

 

Sumber:Pondok Pesantren Darunnajah

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

2 weeks ago
2 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!