Tujuh Minuman Rempah Hangatkan Tubuh di Tengah Cuaca Dingin

3 menit membaca
Padilah Rahayu
Ragam - 12 Jul 2026

Indoragamnewscom-Belakangan ini beredar isu bahwa Indonesia mengalami fenomena aphelion—letak bumi jauh dari Matahari yang konon menyebabkan cuaca lebih dingin. Namun BMKG menegaskan itu hoaks.

Suhu dingin yang terjadi belakangan adalah fenomena normal akibat Monsoon Dingin Australia yang membawa massa udara dingin dari Benua Australia ke wilayah Indonesia.

Wilayah Jawa hingga NTT tengah berada pada musim kemarau yang ditandai pergerakan angin dari arah timur-tenggara. Pada Juli, Australia berada dalam periode musim dingin, sehingga tekanan udara relatif tinggi di sana menyebabkan massa udara dingin bergerak menuju Indonesia melewati perairan Samudra yang juga bersuhu dingin.

Akibatnya, suhu di beberapa wilayah Indonesia terasa lebih dingin dari biasanya . Langit yang cenderung tidak berawan (clear sky) juga membuat panas radiasi balik dilepas ke atmosfer luar, sehingga udara di permukaan terasa lebih dingin terutama pada malam dan pagi hari.

Meski demikian, tubuh tetap perlu dijaga di tengah cuaca dingin. Salah satu cara paling sederhana: minuman rempah tradisional yang telah lama diwariskan turun-temurun.

Berikut tujuh rekomendasi yang bisa dicoba:

Wedang uwuh berasal dari tanah Jawa dengan campuran rempah khas: potongan jahe, kulit kayu manis, kayu secang, biji pala, hingga minyak sereh. Rasa manis alami dari kayu secang membuatnya tidak hanya menghangatkan dan melegakan tenggorokan, tetapi juga berkhasiat meredakan flu, batuk, pilek, demam, meriang, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, hingga perut kembung.

Beras kencur, minuman yang mudah dijumpai pada tukang jamu keliling, berbahan dasar beras dan rimpang kencur, ditambah jahe, gula merah, pandan, dan asam jawa. Cita rasanya legit dan lezat.

Secara turun-temurun, minuman ini digunakan mengatasi sakit kepala, nyeri sendi, demam, pilek, bahkan nyeri dada, serta mengandung antioksidan tinggi yang menangkal kerusakan sel akibat radikal bebas.

Bandrek khas Jawa Barat terbuat dari jahe dan gula merah dengan cita rasa manis pedas. Tambahan serai, susu, dan kelapa muda membuat rasanya lebih lezat. Bandrek menghangatkan tubuh, meningkatkan sistem kekebalan, meredakan peradangan, serta membantu meringankan flu, batuk, pusing, demam, mual, dan nyeri sendi.

Sari temulawak mengandung senyawa antiradang, antibakteri, dan antioksidan tinggi. Riset menunjukkan sari temulawak bermanfaat mengobati sakit kepala, sakit perut, perut kembung, radang sendi, sariawan, hingga meningkatkan nafsu makan.

STMJ—singkatan dari susu, telur, madu, jahe—kaya akan vitamin, kalsium, protein, dan antioksidan. Perpaduan bahan ini menghangatkan tubuh, meningkatkan kebugaran dan stamina, mencegah masuk angin, serta mengatasi infeksi dan peradangan. Tak jarang ditambahkan kayu manis dan ginseng untuk rasa yang lebih nikmat.

Wedang jahe memanfaatkan senyawa aktif gingerol dan shogaol yang memberikan cita rasa pedas khas sekaligus antioksidan, antibakteri, dan anti-inflamasi. Konsumsi wedang jahe bermanfaat menangkal radikal bebas, menjaga daya tahan tubuh, meningkatkan gula darah, hingga kesehatan jantung.

Wedang kunyit asam terbuat dari kunyit dan asam. Minuman ini sudah tidak asing bagi wanita karena khasiatnya memperlancar dan meredakan nyeri haid. Namun, semua usia bisa menikmatinya—manfaatnya mencakup meningkatkan daya tahan tubuh, menurunkan gula darah, mencegah penuaan dini, meningkatkan fungsi otak, hingga mengurangi risiko kanker.

Bagikan Disalin

IKLAN

INSTAGRAM

2 months ago
2 months ago
2 months ago
3 months ago
3 months ago

x
x
CLOSE ADS