Sidak Pasar Badak, Bupati Temukan Kebutuhan Pokok Mulai Merangkak Naik

2 menit membaca
Fazril Maulana
Daerah - 25 Feb 2026

Indoragamnewscom, PANDEGLANG-Inspeksi mendadak yang digelar Pemerintah Kabupaten Pandeglang bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Serang di Pasar Tradisional Badak tak hanya menyoroti gejolak harga kebutuhan pokok, tetapi juga mengungkap temuan mengejutkan ihwal peredaran pangan mengandung zat berbahaya.

Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani dalam sidak pada Selasa (24/2/2026) mengonfirmasi adanya ekspansi harga pada sejumlah komoditas esencial.
Adapun kenaikan tersebut dinilainya masih dalam ambang batas wajar lantaran tidak semua barang mengalami lonjakan secara simultan.

“Sidak ini kami lakukan untuk mengetahui stok dan harga kebutuhan pokok di bulan Ramadan dan memastikan bahwa kenaikan harga di Pasar Badak masih berada dalam ambang batas wajar,” ujarnya.

Di sisi lain, kolaborasi dengan BBPOM Serang mengarah pada diskursus yang lebih serius: keamanan pangan. Dari hasil uji terhadap 15 sampel produk pangan, petugas menemukan dua di antaranya positif mengandung Rhodamin B dan formalin.

Kepala BBPOM Serang, Fauzi Ferdiansyah, merinci bahwa temuan bahan berbahaya itu terdapat pada komoditas teri nasi dan mutiara berwarna pink. “Kami telah memeriksa 15 sampel makanan dan menemukan dua sampel yang mengandung Rhodamin B dan formalin,” ungkapnya.

Kendati demikian, langkah yang diambil tidak serta-merta represif. Fauzi menegaskan pihaknya bersama dinas terkait akan mengedepankan pembinaan kepada pedagang yang terbukti menjual produk berbahaya sembari melakukan penelusuran ihwal rantai distribusi.

“Kami juga akan menarik produk yang mengandung bahan berbahaya dari peredaran,” tegasnya.

Pasar Badak sendiri merupakan barometer utama pergerakan ekonomi di Pandeglang yang kerap menjadi sorotan menjelang hari besar keagamaan. Inspeksi pangan selama Ramadan ini merupakan agenda rutin, kendati temuan zat berbahaya seperti Rhodamin B—yang kerap digunakan pada industri tekstil—dan formalin masih terus berulang, menengarai lemahnya pengawasan di tingkat distributor.

 

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

1 week ago
3 weeks ago
4 weeks ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!