Ilustrasi pegawai pabrik pengolahan ikan dari laut/Foto: IstimewaIndoragamnewscom, JAKARTA-Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menginstruksikan penguatan pengawasan mutu ikan KKP di seluruh jalur distribusi nasional untuk menjamin keamanan pangan konsumen.
Melalui Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP), pemerintah melakukan pengujian ketat terhadap berbagai parameter keamanan pangan di 46 Unit Pelaksana Teknis (UPT).

Langkah preventif ini mencakup surveilans hulu hingga hilir guna memastikan produk perikanan, baik untuk pasar domestik maupun ekspor, terbebas dari ancaman patogen serta kontaminasi logam berat yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat.
Aktivitas pengawasan mutu dilaksanakan secara komprehensif mulai dari lokasi produksi primer. Tim ahli melakukan inspeksi terhadap penerapan Cara Budidaya Ikan Yang Baik (CBIB) di area tambak serta memantau sanitasi pada kapal-kapal perikanan yang menjadi pemasok utama rantai pasok.
Kepala Badan Mutu KKP Ishartini menjelaskan bahwa jajaran UPT di setiap provinsi melaksanakan penguatan pengawasan melalui berbagai metode teknis.

โJajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) di setiap provinsi melaksanakan penguatan pengawasan jelang Ramadan dari hulu sampai hilir, melalui kegiatan surveilan, inspeksi maupun pengujian laboratorium (lab) berbagai parameter keamanan pangan,โ tutur Ishartini.
Lokus pengawasan di sektor hulu menyasar kepatuhan standar pada tambak ikan dan kapal penangkap. Sementara di sektor hilir, fokus diarahkan pada Unit Pengolahan Ikan (UPI) melalui verifikasi standar Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) serta Good Manufacturing Practices (GMP).
Beberapa titik pantau utama seperti Medan, Bengkulu, Pontianak, hingga Kendari telah melaporkan hasil inspeksi rutin. Di wilayah Sumatera Utara, pemeriksaan mencakup kondisi perairan Danau Toba untuk memastikan komoditas budidaya tetap layak konsumsi.
Kepala Balai PPMHKP Medan I Nandang Koswara menambahkan, pihaknya telah melakukan pengawasan budidaya tambak ikan serta monitoring kondisi perairan Danau Toba. Hasilnya dalam kondisi baik dan laik konsumsi.
Hal serupa dilaporkan dari Sulawesi Tenggara, di mana pemeriksaan kualitas ikan dilakukan langsung di atas kapal yang bersandar di Pelabuhan Kendari. Plt. Kepala Stasiun PPMHKP Kendari Kasrida menyatakan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan kualitas ikan dalam kondisi baik dan siap didistribusikan ke pasar lokal.
Aspek paling krusial dalam pengawasan ini adalah uji laboratorium untuk mendeteksi food borne pathogen. KKP menargetkan eliminasi risiko bakteri berbahaya serta zat kimia yang sering disalahgunakan dalam pengawetan produk perikanan.
“Selain inspeksi dan surveilan penerapan standar mutu dan keamanan pangan, uji lab juga dilakukan untuk cegah food borne pathogen berjangkit kepada konsumen diantaranya uji E. Coli, salmonela, listeria serta uji histamin, formalin, serta logam berat dan toksin. Semuanya untuk pastikan masyarakat menjalankan ibadah puasa dengan tenang,โ jelas Ishartini.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam berbagai kesempatan sebelumnya menegaskan bahwa KKP berfungsi sebagai quality assurance body. Prinsip higienitas dan keamanan pangan pada seluruh rantai produksi merupakan standar mutlak yang tidak dapat ditawar untuk mendukung ketersediaan protein hewani yang berkualitas bagi masyarakat.






