(Kiri ke kanan) Pande Trisna tim Marcom, Ion Vicky Mart
Director of Sales & Marketing Corporate, Owner Bebek Bengil (pegang piring) Anak Agung Gde Diva Suputra/Foto: IstimewaIndoragamnewscom, BALI-Bebek Bengil tetap mempertahankan eksistensinya sebagai salah satu pionir kuliner bebek di Bali setelah lebih dari tiga dekade berdiri.

Restoran yang berlokasi di Ubud ini dikenal luas berkat sajian bebek crispy dengan tekstur renyah diluar dan juicy didalam yang telah menjadi ciri khas sejak awal berdiri.
Owner Anak Agung Gede Dipa Suputra (21) menyebutkan bahwa kekuatan utama Bebek Bengil terletak pada konsistensi rasa dan kualitas produk yang dijaga hingga saat ini.
Selain itu, penggunaan bahan baku dari supplier lokal Bali turut menjadi bagian penting dalam menjaga cita rasa autentik.

Meski dikenal sebagai destinasi kuliner favorit wisatawan mancanegara, Bebek Bengil tidak luput dari dampak situasi global. Konflik yang terjadi di sejumlah wilayah dunia memengaruhi mobilitas wisatawan, khususnya dari Eropa yang selama ini menjadi salah satu pasar utama.
“Kalau perang sudah pasti ada pengaruh, dan itu besar sekali. Banyak tamu dari Eropa harus memutar rute penerbangan, biaya jadi lebih mahal, akhirnya banyak grup yang membatalkan kunjungan,” ujar Dipa.
Ia menambahkan, penurunan jumlah pengunjung mulai terasa sejak awal tahun dan semakin signifikan pada April. Dibandingkan periode sebelumnya, tingkat okupansi bahkan mengalami penurunan hingga lebih dari 50 persen.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, manajemen Bebek Bengil mulai mengalihkan fokus ke pasar domestik. Penyesuaian strategi dilakukan dengan menawarkan paket menu yang lebih terjangkau serta penurunan harga sekitar 10 hingga 15 persen guna menarik minat pelanggan lokal.
Selain itu, restoran ini juga menghadirkan paket grup dengan harga mulai dari Rp140 ribuan yang sudah mencakup makanan lengkap, minuman, hingga dessert, sebagai bagian dari upaya penetrasi pasar dalam negeri.
Saat ini, Bebek Bengil memiliki tujuh outlet yang tersebar di Bali dan Jakarta. Seluruh outlet disebut mengalami dampak penurunan yang serupa, dengan lokasi Ubud menjadi yang paling terasa.
Di tengah tantangan tersebut, kualitas dan pengalaman bersantap tetap menjadi andalan. Selain menu bebek crispy yang melegenda, restoran ini juga menawarkan suasana khas Bali, mulai dari pemandangan sawah di Ubud hingga nuansa pantai di Jimbaran.
Sebagai bagian dari inovasi, manajemen juga mulai mengembangkan variasi menu baru. Selain lima varian olahan bebek seperti bebek crispy dan bebek timbungan, kini tersedia tambahan menu seperti hidangan ikan, grill, hingga menu western untuk menjawab kebutuhan pelanggan yang menginginkan pilihan lebih beragam.
Ke depan, Bebek Bengil menargetkan dapat kembali ke performa sebelumnya sekaligus memperkuat posisi di pasar lokal melalui berbagai strategi, termasuk kolaborasi dengan pemerintah dan pengembangan produk.







Tidak ada komentar