Pelaksana Tugas Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Iskandar Muda (RSUD SIM), dr. Muhammad Iqbal/Foto: Humas RSUD SIM
Indoragamnewscom, NAGAN RAYA–RSUD Sultan Iskandar Muda (SIM) akhirnya angkat bicara soal keributan yang viral terkait tudingan penelantaran pasien.

Plt Direktur RSUD SIM, dr. Muhammad Iqbal, pasang badan dan membongkar kronologi sebenarnya yang memicu kesalahpahaman tersebut.
Duduk Perkara: Keluhan Pasca Sunat
Masalah bermula saat seorang pasien datang dengan keluhan sulit buang air kecil usai menjalani tindakan sunat di sebuah RS di Banda Aceh.

Meski diklaim sudah ditangani sesuai prosedur dan masuk ruang rawat inap, keluarga merasa kondisi pasien tak kunjung membaik dan mendesak untuk segera dirujuk.
Birokrasi vs Desakan Keluarga
dr. Iqbal menjelaskan bahwa pihaknya tidak menghambat rujukan, namun ada prosedur “Sisrute” (Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi) yang harus dipatuhi, termasuk menunggu konfirmasi ketersediaan kamar di RS tujuan.
“Pihak keluarga tidak bersedia menunggu proses tersebut dan mendesak agar rujukan segera dilakukan, sementara konfirmasi dari rumah sakit tujuan belum kami terima. Kondisi ini kemudian memicu keributan dan kesalahpahaman,” ungkap dr. Iqbal, Jumat (23/1/2026).
Klaim Sudah Sesuai SOP
Pihak rumah sakit membantah keras tuduhan tidak memberikan pelayanan. Menurut dr. Iqbal, semua tindakan mulai dari pemeriksaan awal hingga persiapan ambulans sudah dilakukan secara profesional.
“Pasien sudah mendapatkan pelayanan medis yang layak dan memadai sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku di RSUD Sultan Iskandar Muda,” tegasnya.
Pihak RS kini meminta masyarakat lebih memahami alur rujukan agar komunikasi tetap berjalan dingin tanpa emosi di area medis.







Tidak ada komentar