Gerai mitra Bulog di Pasar Pabaeng-Baeng, Makassar, yang menjual Minyakita sesuai HET Rp15.700 per liter/Foto: IstimewaIndoragamnewscom, MAKASSAR-Komoditas minyak goreng rakyat merek Minyakita sempat dilaporkan langka di sejumlah pasar Makassar dengan harga melonjak hingga Rp20.000 per liter, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.

Menanggapi kondisi itu, Perum Bulog Cabang Makassar mengambil langkah cepat dengan menggandeng mitra distribusi di Pasar Pabaeng-Baeng.
Wakil Pimpinan Cabang Bulog Makassar, Arfendi Iskandar Putra, memastikan masyarakat tidak perlu khawatir. Saat ini Bulog Makassar memiliki cadangan 50.000 liter yang siap digunakan untuk intervensi pasar.
“Kami memang sempat menerima laporan terkait kelangkaan, namun stok saat ini tersedia sekitar 50 ribu liter dan cukup untuk menjaga stabilitas harga serta pasokan di pasaran,” ujar Arfendi.

Kelangkaan yang sempat terjadi, menurut Arfendi, dipicu oleh keterlambatan distribusi selama kurang lebih satu pekan. Selain itu, Bulog juga tengah menyalurkan bantuan pangan berupa beras 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter kepada masyarakat, yang turut memengaruhi pola distribusi.
Sebagai respons cepat, Bulog membuka gerai mitra di Pasar Pabaeng-Baeng pada Jumat (17/4/2026). Gerai ini menjadi titik distribusi resmi yang menjual Minyakita sesuai HET.
Mitra Bulog sekaligus pemilik Toko Daeng Tiro, Feby, mengatakan pihaknya menjual Minyakita seharga Rp15.700 per liter dengan pembatasan maksimal dua liter per rumah tangga per hari.
“Sampai hari ini kita patuh pada aturan tersebut, sehingga Bulog memberi kepercayaan kepada kami selaku mitra,” ujarnya.
Salah seorang warga, Anti Purwati, mengaku sebelumnya sempat kesulitan mendapatkan minyak goreng tersebut dengan harga tinggi. “Dulu susah didapat dan harganya sampai Rp20.000, sekarang sudah lebih mudah dan harganya juga lebih murah,” ungkapnya.
Langkah Bulog ini sejalan dengan pernyataan Menteri Perdagangan Budi Santoso yang mengakui adanya kenaikan harga Minyakita akibat melonjaknya harga plastik kemasan. Namun ia menegaskan bahwa pemerintah masih menahan HET di angka Rp15.700 per liter. “Memang itu fungsinya untuk menstabilkan harga, biar harga yang lain enggak naik,” ujar Budi.
Sementara itu, Menteri Pertanian merangkap Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman juga menegaskan pemerintah tidak akan menaikkan HET minyak goreng meski terjadi lonjakan harga plastik yang berdampak pada biaya distribusi.
“Dengan distribusi yang merata, kami berharap harga tetap terkendali sesuai HET,” kata Arfendi.







Tidak ada komentar