Darurat Literasi! Novita Hardini Sentil TVRI dan RRI: Siswa SMA Tapi Kemampuan Kelas 5 SD, Ini Alarm Keras!

2 menit membaca
Nandang Permana
News, Politik - 29 Jan 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA– Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan tingkat literasi nasional kini berada dalam status “lampu merah”.

Hal ini memicu reaksi keras dari anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama LPP TVRI, LPP RRI, dan LKBN ANTARA di Senayan, Rabu (28/1/2026).

Legislator perempuan satu-satunya dari Dapil 7 Jawa Timur ini menegaskan bahwa sektor strategis penopang PDB nasional seperti industri dan ekonomi kreatif kini terancam bukan karena infrastruktur, melainkan karena krisis kualitas manusia.

Krisis SDM: Industri Kekurangan Tenaga Berkualitas

Novita menyoroti adanya kesenjangan besar antara kebutuhan industri dengan realita kualitas lulusan pendidikan saat ini. Ia mempertanyakan peran lembaga penyiaran publik dalam menutup celah tersebut.

“Industri hari ini menghadapi situasi darurat kekurangan SDM berkualitas. Karena itu saya mempertanyakan, sejauh mana sinkronisasi TVRI dan RRI dengan kebutuhan darurat literasi nasional? Apakah fungsi edukasi masih benar-benar dijalankan?” tegas Novita.

Sindiran Menohok: Pendidikan Kalah Saing dengan Konten Hiburan

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, ada kegagalan fungsi edukasi ketika generasi muda lebih memilih konten hiburan receh di platform digital dibandingkan program pendidikan negara. Ia mengenang masa emas TVRI dan RRI yang dulu menjadi rujukan utama kecerdasan bangsa.

“Dulu, menonton TVRI atau mendengarkan RRI itu menyenangkan sekaligus mencerdaskan. Sekarang, kenapa program edukasi negara kalah bersaing?” ujarnya retoris.

Fakta Pahit: Kemampuan Siswa SMA Setara Anak SD

Salah satu poin paling mengejutkan yang disampaikan Novita adalah laporan dari kalangan akademisi mengenai merosotnya kemampuan berpikir pelajar di Indonesia.

Temuan di Lapangan: Ada kondisi di mana kemampuan literasi siswa SMA saat ini setara dengan anak kelas 5 SD.

Dampak Ekonomi: Rendahnya kualitas SDM akan menghambat kemajuan ekonomi nasional secara jangka panjang.

Alarm Keras: Novita menyebut fenomena ini sebagai sinyal bahaya bagi masa depan Indonesia.

“Kalau kualitas SDM seperti ini, bagaimana kita mau memajukan ekonomi nasional? Ini alarm keras,” katanya.

Solusi: Usul ‘Kurikulum Bayangan’ dan Sinergi Lintas Sektor

Bunda Guru Trenggalek ini tidak hanya melempar kritik, tetapi juga menawarkan solusi konkret. Ia mendorong TVRI dan RRI untuk berhenti sekadar menayangkan acara seremonial.

1.Integrasi dengan Guru: Menjalin sinergi nyata dengan Kementerian Pendidikan dan para pengajar di daerah.

2.Kurikulum Bayangan: Membentuk program edukasi wajib akses, terutama untuk wilayah dengan keterbatasan akses pendidikan tinggi.

3.Prioritas Utama: Mengembalikan fungsi pendidikan sebagai “jantung” penyiaran publik, bukan sekadar pelengkap.

“Jangan lagi pendidikan jadi prioritas pinggiran. TVRI dan RRI harus kembali menjadi rumah besar pencerdasan bangsa,” pungkas Novita.

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!