Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi saat mengecek kondisi stok pangan, khususnya jagung Gudang Sewa Perum Bulog yang dikelola oleh PT BGR Logistik Indonesia di Kompleks Pergudangan Parangloe, Kota Makassar/Foto:Humas DPR RIIndoragamnewscom, JAKARTA-Sukses swasembada beras yang diumumkan awal 2026 bukan akhir perjalanan. Ketua Komisi IV DPR, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, mendorong perluasan target. Fokus swasembada pangan, tegasnya, harus merambah ke komoditas strategis lain yang masih bergantung impor.

“Saya mendorong untuk swasembada gula, bawang putih hingga kedelai,” kata Titiek, Senin (9/2/2026). Menurutnya, Indonesia harus mampu meraih kemandirian untuk gula, garam, kedelai, dan bawang putih.
Politisi Fraksi Gerindra ini secara khusus menyoroti kedelai. Ia menegaskan, pengalaman gagal budi daya di masa lalu bukan alasan untuk menyerah. Justru, itu harus jadi pelajaran untuk terus mencoba dengan pendampingan dan penelitian.
“(Jika) pernah gagal, jangan gagal terus berhenti, harus diulang lagi,” tegasnya. Titiek mengkritik ketergantungan pada bibit impor. Menurutnya, banyak akademisi telah menemukan bibit kedelai unggul lokal yang lebih sesuai iklim Indonesia. “Enggak perlu kita bibit impor, yang lokal aja,” ujarnya.

Titiek menilai kunci peningkatan produksi terletak pada penelitian yang menjawab tantangan spesifik, seperti karakteristik tanah tiap daerah. Sinergi antara pemerintah, petani, dan akademisi, menurutnya, vital untuk menciptakan sistem produksi yang bertahap dan berkelanjutan.
Dorongan ini berangkat dari keinginan untuk mengurangi ketergantungan impor pangan dan memenuhi kebutuhan bahan baku, seperti tempe, dari produksi dalam negeri.
Soal waktu pencapaian, Titiek berharap swasembada untuk komoditas seperti bawang putih dan kedelai dapat dipercepat, mengingat tingkat impornya yang masih tinggi. Pernyataannya juga menyiratkan kritik terhadap pola impor selama ini.
“Terutama bawang putih ya, impornya banyak, yang menikmati impor-impor tuh kemarin udah kebanyakan. Jadi, udah sekarang kita bener-bener kerja untuk rakyat,” kata Titiek.







Tidak ada komentar