Gedung Kantor Kementerian Luar Negeri/Foto: IstimewaIndoragamnewscom, JAKARTA– Pemerintah Indonesia mengecam keras eskalasi serangan Israel terhadap Lebanon yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, serta menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional.

Kementerian Luar Negeri RI menegaskan bahwa serangan yang meluas hingga ke ibu kota Beirut itu melanggar Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) 1701 Tahun 2006 dan hukum humaniter internasional.
“Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas territorial Lebanon dan menghentikan serangan yang membahayakan warga dan infrastruktur sipil,” demikian bunyi pernyataan Kemlu RI dikutip Senin (16/3/2026).
Kemlu RI menyatakan keprihatinan bahwa ketegangan tidak hanya terjadi di sepanjang garis demarkasi “Blue Line” di Lebanon selatan, tetapi juga hingga mencapai ibu kota Beirut.
Untuk itu, Indonesia mendorong semua pihak yang berkonflik untuk mengedepankan langkah dialog dan diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut dan mewujudkan perdamaian.

Menyadari dampak ketegangan di Lebanon juga berdampak pada Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL), Kemlu RI mengungkapkan keprihatinan atas serangan terhadap pos UNIFIL yang menyebabkan sejumlah personel perdamaian mengalami cedera.
Seorang personel pasukan perdamaian terluka dalam serangan malam ke posisi UNIFIL di dekat Meiss ej Jebel di Lebanon selatan pada 14 Maret 2026, yang diduga akibat tembakan senapan mesin berat dan memicu kebakaran di lokasi kejadian.
UNIFIL meluncurkan penyelidikan atas insiden tersebut dan mengingatkan semua pihak akan kewajiban mereka untuk memastikan keselamatan personel pasukan perdamaian setiap saat.
Indonesia menegaskan bahwa berdasarkan hukum internasional, semua pihak bertanggung jawab menjamin keselamatan dan keamanan personel dan properti PBB di manapun berada, khususnya di Lebanon.
Dalam kesempatan yang sama, Kemlu RI menyampaikan apresiasi kepada Kontingen Garuda yang tetap menjalankan tugas di UNIFIL serta memastikan bahwa keselamatan para personel RI terus menjadi prioritas utama.
Pemerintah Indonesia terus memantau secara dekat perkembangan situasi serta dampaknya terhadap Kontingen Garuda yang bertugas di UNIFIL, dan memastikan bahwa keselamatan dan keamanan personel pasukan pemelihara perdamaian menjadi prioritas dalam situasi saat ini.
Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi atas integritas, profesionalisme dan dedikasi yang terus dipertahankan Kontingen Garuda dalam menjalankan mandatnya bersama UNIFIL demi menjaga stabilitas dan perdamaian di Lebanon selatan, meski dengan ancaman keamanan yang semakin menjadi seperti saat ini.
Serangan terkini bermula dari serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Menyusul serangan tersebut, kelompok Hizbullah Lebanon melancarkan serangan ke sejumlah titik militer Israel pada Senin, 2 Maret 2026, meskipun gencatan senjata antara kedua belah pihak sejak November 2024 masih berlaku.
Israel dilaporkan terus melakukan pelanggaran setiap harinya yang menyebabkan ratusan orang tewas.
Pada hari yang sama, pasukan Israel membalas dengan menyerang sejumlah titik di Lebanon, antara lain Beirut Selatan serta wilayah selatan dan timur Lebanon. Keesokan harinya, militer Israel menerobos perbatasan Lebanon.
Serangan Israel terhadap Lebanon tersebut telah menewaskan lebih dari 400 orang serta memaksa ribuan warga Lebanon lainnya mengungsi.




Tidak ada komentar