Polri Catat 292 Kecelakaan di Hari ke-10 Operasi Ketupat, 8 Orang Meninggal

2 menit membaca
Ninding Yulius Permana
Nasional, News - 23 Mar 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 pada hari kesepuluh berjalan aman dan kondusif secara umum. Namun Polri mencatat masih terjadi 292 kecelakaan lalu lintas dalam periode Sabtu (21/3/2026) pukul 18.00 WIB hingga Minggu (22/3/2026) pukul 06.00 WIB, dengan korban meninggal dunia sebanyak delapan orang.

Kepolisian Negara Republik Indonesia melaporkan tidak terdapat kejadian menonjol yang mengganggu stabilitas kamtibmas selama periode tersebut. Namun dinamika di sektor lalu lintas masih menjadi perhatian.

Dari 292 kecelakaan, rincian korban mencatat 60 orang mengalami luka berat, 489 luka ringan, serta kerugian materiil mencapai lebih dari Rp206 juta.

Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol Marupa Sagala, menyampaikan bahwa pergerakan arus kendaraan menunjukkan arus mudik masih berlangsung. Hingga 22 Maret 2026 pukul 06.00 WIB, sebanyak 2.007.253 kendaraan telah keluar Jakarta atau sekitar 56,9 persen dari total proyeksi.

Marupa mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan, khususnya ke destinasi wisata, agar tetap berhati-hati dan mengutamakan keselamatan. Ia menekankan kewaspadaan ekstra di lokasi wisata air seperti pantai, sungai, maupun kolam renang.

“Kami mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan, khususnya ke destinasi wisata, agar tetap berhati-hati dan mengutamakan keselamatan, terutama di lokasi wisata air seperti pantai, sungai, maupun kolam renang,” ujar Marupa, Minggu (22/3/2026).

Pengelola tempat wisata juga diminta turut berperan aktif menjaga keselamatan pengunjung dengan memperhatikan kapasitas dan standar keamanan. “Kami mengingatkan agar pengelola dan masyarakat selalu memperhatikan kapasitas angkut dan mengutamakan keselamatan, sehingga aktivitas wisata dapat berjalan aman dan nyaman,” lanjutnya.

Marupa mengajak masyarakat mengatur waktu perjalanan arus balik agar tidak terjadi penumpukan kendaraan pada waktu tertentu. Salah satu caranya dengan memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diberikan pemerintah.

“Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere atau WFA, sehingga perjalanan arus balik dapat dilakukan secara bertahap dan tidak menumpuk dalam satu waktu,” jelasnya.

Pemerintah juga memberikan stimulus berupa diskon tarif tol yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengatur perjalanan. “Manfaatkan juga kebijakan diskon tarif tol pada tanggal 26 hingga 27 Maret 2026 agar perjalanan lebih efisien dan terhindar dari kepadatan,” tambahnya.

Berdasarkan prediksi, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24 Maret serta 28 hingga 29 Maret 2026. Marupa mengakhiri keterangannya dengan pesan kepada masyarakat yang merayakan Idulfitri. “Kami mengucapkan selamat berkumpul bersama keluarga di momen Hari Raya Idul Fitri. Semoga perjalanan masyarakat berlangsung aman, lancar, dan penuh kebahagiaan,” pungkasnya.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

2 weeks ago
2 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!