SPBU PT Pertamina/Foto:wikipediaIndoragamnewscom, JAKARTA-Komisi XII DPR RI mendorong PT Pertamina (Persero) melakukan langkah radikal untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika global.

Anggota Komisi XII, Rokhmat Ardiyan, menekankan pentingnya percepatan hilirisasi bahan bakar nabati seperti B50 dan bioetanol guna mengurangi ketergantungan pada pasokan konvensional.
Langkah strategis ini mencakup pembenahan dan perluasan kapasitas infrastruktur penyimpanan (storage) di seluruh jaringan distribusi. Penguatan cadangan stok nasional dianggap krusial agar stabilitas energi tetap terjaga, terutama saat terjadi lonjakan konsumsi maupun gangguan rantai pasok global.
โKami pertama mendorong agar Pertamina terus menjaga stoknya. Yang kedua melakukan terobosan dengan hilirisasi B50, bioetanol. Kemudian melakukan terobosan agar storage kita diperbaiki, diperbesar ya, agar jaringan storage kita aman,” ujar Rokhmat dikutip Sabtu (4/4/2026).

Legislator dari Fraksi Partai Golkar ini mencatat adanya kenaikan konsumsi energi masyarakat yang cukup signifikan, mencapai lebih dari 20 persen selama periode Lebaran 2026. Meski terjadi lonjakan, ia memastikan kondisi stok BBM dan LPG nasional saat ini masih berada pada level aman di atas ambang batas minimal.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ketahanan stok nasional untuk jenis Diesel Energy Compound (DEC) saat ini berada di atas 30 hari, sementara Pertalite bertahan di atas 20 hari. Rokhmat menegaskan angka ini tidak boleh merosot guna menjamin kelancaran aktivitas ekonomi dan mobilitas publik.
โDan juga saya kira, terus sambung menyambung dijaga stok kita tidak boleh kurang dari 20 hari. Jadi saya kira pemerintah dan Pertamina harus menjaga stok nasional, melakukan terobosan-terobosan, inisiatif, gagasan-gagasan, agar pokoknya segala upaya ditemui,” tegas Rokhmat menutup peninjauannya.






