Garudayaksa FC (Merah) menang 1-0 atas PSMS Medan di kandang sendiri/Foto: Singgih Wibowo/IndoragamnewscomIndoragamnewscom, BOGOR-Kemenangan 1-0 atas PSMS Medan di Stadion Pakansari, Sabtu (11/4/2026), seharusnya menjadi kabar baik bagi Garudayaksa FC. Tapi pelatih Widodo Cahyono Putri justru sibuk menggarisbawahi satu hal: kartu merah yang semestinya tak perlu terjadi.

Laga pekan ke-24 Championship 2025/2026 ini berjalan sengit sejak awal. Garudayaksa yang bertindak sebagai tuan rumah harus kehilangan satu pemain setelah wasit menunjuk kartu merah menyusul gerakan tambahan yang terekam kamera VAR.
“Hasil ini patut kita syukuri, tapi tetap ada evaluasi, terutama soal emosi pemain. Tadi ada kejadian kartu yang seharusnya bisa dihindari. Sekarang sepak bola sudah berbeda, ada VAR, gerakan tambahan sekecil apa pun tetap terlihat,” ujar Widodo usai pertandingan.
Padahal, tim sudah membuat kesepakatan internal sebelum laga. Instruksinya jelas: hindari kartu. Tapi insiden di lapangan memaksa mereka bermain dengan 10 orang sejak babak kedua berjalan.

Perubahan taktik pun tak terhindarkan. Game plan awal yang mengandalkan tekanan sejak menit pertama harus ditinggalkan. Widodo menyebut itu konsekuensi logis dari pengurangan jumlah pemain.
“Game plan awal sudah berjalan baik. Tapi setelah kartu merah, kami harus menyesuaikan. Itu hal yang normal dalam sepak bola,” tambahnya.
Memasuki sisa pertandingan, formasi berubah menjadi 4-4-1. Garudayaksa memilih bertahan rapat dan mengandalkan serangan balik. Pilihan yang menurut Widodo tepat karena anak asuhnya mampu menjalankan instruksi dengan disiplin.
“Dengan kekurangan pemain, kami lebih fokus bertahan. Alhamdulillah pemain bisa menjalankan instruksi dengan baik dan mengamankan tiga poin,” jelas pelatih yang akrab disapa WCP itu.
Satu gol yang tercipta di babak pertama akhirnya cukup untuk mengamankan poin penuh. Meski demikian, Widodo menolak berharap terlalu banyak pada hasil pertandingan lain di klasemen.
“Soal tim lain, tentu kita berharap hasil yang menguntungkan. Tapi yang paling penting adalah kerja keras tim sendiri untuk tetap berada di jalur yang baik,” ujarnya.







Tidak ada komentar