Liverpool Tersingkir, Slot Kembali Sesali Keputusan VAR

3 menit membaca
Pegi Dwi
News, Olahraga - 15 Apr 2026

Indoragamnewscom-Liverpool harus mengakui keunggulan Paris Saint-Germain dengan skor agregat 0-4 di perempat final Liga Champions. Arne Slot kembali menyoroti keputusan kontroversial wasit yang membatalkan penalti timnya saat kedudukan masih 0-0.

Ousmane Dembélé menjadi mimburuk bagi tuan rumah. Dua golnya masing-masing pada menit ke-72 dan 91 mengubur harapan Liverpool yang sempat tampil perkasa di Anfield, Selasa (14/4/2026) malam.

Penampilan Liverpool sejatinya jauh lebih hidup dibandingkan saat kalah 0-2 di Paris sepekan sebelumnya. Mereka menekan sejak menit awal, membuat juara bertahan itu gelisah. Namun masalah klasik kembali muncul: penyelesaian akhir yang tumpul.

Dari 21 percobaan tembakan sepanjang pertandingan, hanya lima yang mengarah tepat sasaran. Angka expected goals (xG) mereka pun berada di bawah ekspektasi—sebuah pola yang terus berulang sepanjang musim ini menurut Slot.

Drama Penalti yang Mengubah Momentum

Banjir tekanan Liverpool nyaris membuahkan hasil pada menit ke-65. Wasit Maurizio Mariani menunjuk titik putih setelah Alexis Mac Allister dijatuhkan Willian Pacho di kotak terlarang.

Delapan menit berselang, wasit membatalkan keputusannya setelah meninjau monitor VAR. Tidak ada pelanggaran, demikian kesimpulannya.

“Saya tidak terkejut,” kata Slot kepada Amazon Prime usai laga.

“Begitu banyak keputusan yang merugikan kami musim ini. Ini sederhana: jika wasit tidak memberi penalti sejak awal, VAR takkan pernah membatalkannya. Tapi saya sudah melihat banyak penalti ‘lunak’ yang diberikan, dan orang bilang VAR tak bisa intervensi karena ada kontak. Itulah yang jelas kami lihat,” ujarnya.

Bek Liverpool, Ibrahima Konaté, bersikukuh itu adalah penalti yang jelas. “Saya berada tepat di belakang wasit. Jika kami dapat penalti itu dan mencetak gol, segalanya akan berbeda,” katanya dilansir Sky Sports.

Slot bahkan menyindir pernyataan gelandang Manchester City, Bernardo Silva, beberapa waktu lalu yang mengaku timnya sangat sial dengan keputusan wasit musim ini.

“Jika kalian bisa mengatakan itu, maka ingatlah dua pertandingan melawan kami, berapa banyak keputusan yang merugikan kami. Jadi, apa itu mengatakan sesuatu tentang kami?” ujar Slot.

Cedera Ekitike dan Masa Depan yang Tak Menentu

Kekalahan ini memperpanjang daftar kekecewaan Liverpool musim ini. Setelah sukses menjuarai Premier League pada musim debut Slot 2024/25, mereka kini dipastikan tanpa gelar.

Lebih buruk lagi, Hugo Ekitike harus ditarik keluar di babak pertama. Sang striker tampak mengalami cedera serius pada Achilles-nya.

“Kelihatannya sangat buruk,” akui Slot. “Besok kami akan selidiki lebih lanjut seberapa parah ini. Tapi yang jelas, kondisinya tidak bagus” .

Kini fokus Liverpool beralih ke perburuan lima besar Premier League untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan. Posisi kelima saat ini masih mereka duduki, unggul empat poin dari Chelsea di peringkat enam.

Model “Jual untuk Beli” Kembali Ditegaskan

Di tengah tekanan karena performa tim yang buruk, Slot membela diri dan menjelaskan realitas finansial klub.

“Banyak yang mengatakan klub ini dalam masa transisi,” kata Slot dalam konferensi pers.

“Klub telah menjual 8-10 pemain untuk mendapat uang demi merekrut lima pemain berbakat. Kami harus menjual untuk membeli. Kami kehilangan beberapa pemain dengan status bebas transfer, seperti Mo Salah dan Andy Robertson,” ujarnya.

Namun ia tetap optimistis. “Ini tantangan besar di musim panas, tetapi klub telah menunjukkan model ini bekerja. Seperti yang sering saya katakan, masa depan terlihat sangat cerah, terutama jika kami bisa merekrut pemain setelah kepergian pemain hebat musim panas nanti,” tutupnya.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

2 weeks ago
2 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!