Srikaya Bukan Selai, Ini Risiko di Balik Rasa Manisnya

3 menit membaca
Padilah Rahayu
Ragam - 18 Apr 2026

Indoragamnewscom-Buah dengan kulit hijau berbintil itu kerap dipecah lalu daging putih manisnya disendok. Tapi di balik rasa yang mirip custard, hampir seluruh bagian tanaman srikaya menyimpan racun bernama annonain, senyawa yang dalam sejumlah penelitian dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit Parkinson.

Srikaya atau Annona squamosa sebenarnya pendatang dari Amerika tropis, bukan Hindia Barat seperti kerap disebut. Tanaman ini tumbuh setinggi 3 hingga 8 meter dan kini tersebar luas di Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Pohon mulai berbuah saat berumur tiga sampai empat tahun. Buahnya berbentuk bulat atau kerucut dengan diameter 5–10 sentimeter, kulitnya hijau keputihan dengan tonjolan-tonjolan.

Dalam 100 gram daging buah srikaya, terkandung sekitar 90–101 kalori, 35–42 miligram vitamin C, serta mineral kalsium 27 miligram, fosfor 20 miligram, dan zat besi 0,8 miligram. Buah ini juga mengandung magnesium, kalium, niasin, dan serat. Kandungan vitamin A mencapai 0,08 SI per 100 gram [dari data awal].

Penelitian ilmiah yang terbit di ScienceDirect pada 2024 mengonfirmasi beragam aktivitas biologis ekstrak srikaya: antimikroba, antidiabetes, antioksidan, hingga insektisida .
Senyawa fitokimia yang ditemukan meliputi alkaloid, triterpenoid, polisakarida, fenolik, serta minyak atsiri dan lemak . Ekstrak daun dan bijinya dalam pengobatan tradisional digunakan untuk mengatasi disentri, kutu rambut, luka, serta sebagai tonikum.

Namun penelitian yang sama juga mencatat kandungan acetogenin dalam biji dan kulit srikaya. Senyawa inilah yang berpotensi neurotoksik jika terakumulasi dalam jangka panjang.

Sejumlah studi epidemiologis di Kepulauan Pasifik menemukan kaitan antara konsumsi berlebihan buah dari famili Annonaceae dengan peningkatan risiko parkinsonisme atipikal.

Lantas, apa manfaat yang bisa diperoleh dengan aman?

Serat dan tembaga dalam srikaya membantu melancarkan pencernaan serta mencegah sembelit. Kandungan kalium dan magnesium membantu mengatur tekanan darah, mengurangi risiko penyakit kardiovaskular . Sementara zat besinya berguna untuk mencegah anemia defisiensi besi.

Vitamin C dan polifenol dalam buah ini berperan sebagai antioksidan yang menangkal radikal bebas. Vitamin A-nya turut menjaga kesehatan kornea mata dan mencegah rabun senja. Ekstrak biji srikaya yang dicampur minyak kelapa, menurut studi etnofarmakologi, efektif mengobati kutu rambut. Tapi penggunaannya harus hati-hati karena ekstrak yang sama dapat mengiritasi mata.

Satu hal yang tak boleh diabaikan: biji dan kulit srikaya wajib dibuang sebelum dikonsumsi. Daging buahnya yang putih, lembut, dan manis, aman dimakan. Tapi bijinya jangan sampai tertelan. Begitu juga kulitnya. Karena racun annonain terkonsentrasi di bagian tersebut.

Di Indonesia, buah ini mudah ditemukan di pasar tradisional dari Sumatera hingga Maluku. Ciri buah matang: terlihat warna kekuningan atau merah muda pada alur di antara benjolan-benjolan kulitnya. Setelah dipetik, diamkan beberapa jam pada suhu ruang hingga melunak.

Tapi ingat, seperti halnya banyak hal dalam gizi, dosis yang menentukan racun. Konsumsi wajar sebagai buah segar, bukan ekstrak atau suplemen masih dalam batas aman. Yang berbahaya adalah biji, kulit, dan konsumsi berlebihan dalam jangka panjang.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!