TRENDING

13 Hari, 330 Tersangka, Rp243 Miliar Melayang

2 menit membaca
Ninding Yulius Permana
Nasional, News - 22 Apr 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Polri baru saja menuntaskan operasi 13 hari. Hasilnya, 330 tersangka di 223 tempat kejadian perkara. Kerugian negara? Rp243 miliar. Hanya dalam kurun 7 hingga 20 April 2026.

“Ini cukup besar dalam 13 hari,” ujar Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Mohammad Irhamni di Gedung Bareskrim, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Modusnya klasik tapi masih bekerja. Pelaku membeli solar subsidi secara berulang di beberapa SPBU. Di Jakarta, praktik ini disebut “helikopter”. Di Sumatera dan Bangka Belitung, mereka menyebutnya “ngoret”.

“Ditampung dan ditimbun di pangkalan, kemudian didistribusikan ke industri-industri di wilayah tersebut,” jelas Irhamni.

Ada pula yang memodifikasi truk dengan tangki besar. Pelat nomor palsu dipasang. Barcode pengawas Pertamina dikelabui dengan berganti-ganti kendaraan. “Sehingga pelaku dapat beberapa kali melakukan pembelian,” katanya.

Bahkan, kata Irhamni, ada oknum petugas SPBU yang ikut main. Mereka bekerja sama dengan jaringan untuk mendapatkan kuota lebih banyak.

LPG 3 kilogram tak luput. Modusnya: isi tabung subsidi dipindahkan ke tabung 12 kilogram dan 50 kilogram. Produk oplosan itu kemudian dijual ke industri, restoran, hingga hotel di sekitar Jakarta. “Ini sangat marak terjadi di wilayah penyangga Jakarta,” ujar Irhamni.

Barang bukti yang disita: 403.158 liter solar, 58.656 liter pertalite, 8.473 tabung LPG 3 kg, 4.441 tabung LPG 12 kg, hingga 161 unit kendaraan.

Polri tak berhenti di penangkapan. Jika ditemukan pegawai negeri atau pejabat yang terlibat, pasal tindak pidana korupsi akan dijerat. Aset para pelaku juga akan ditelusuri lewat Undang-Undang TPPU bekerja sama dengan PPATK.

“Harapannya ini dapat memberikan efek jera,” tegas Irhamni.

Sepanjang 2025 hingga 2026, tercatat 65 SPBU terlibat dalam kasus serupa. Sebanyak 46 perkara sudah dinyatakan lengkap, 19 masih dalam penyidikan.

Irhamni memastikan penindakan tak berhenti di pelaku lapangan. “Kami akan menelusuri semua aset yang dinikmati para pelaku,” katanya.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
3 weeks ago
4 weeks ago
4 weeks ago
4 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!