Jemaah Haji Indonesia/Foto: IstimewaIndoragamnewscom, JAKARTA-Ribuan jemaah haji Indonesia terus bergerak dari Madinah menuju Makkah. Puncak arus perpindahan ini bersamaan dengan suhu udara yang menyentuh 39 derajat Celsius.

Kementerian Haji dan Umrah menginstruksikan jemaah membatasi aktivitas luar ruangan saat matahari mencapai puncaknya.
Hingga 4 Mei 2026, tercatat 89.051 jemaah dari 229 kloter telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Sebanyak 85.039 jemaah tiba di Madinah dan 26.037 lainnya telah bergerak menuju Makkah untuk menunaikan umrah wajib.
Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff memastikan proses pemberangkatan, kedatangan, hingga mobilitas antar kota berjalan lancar dan terkendali. Seluruh titik layanan didampingi petugas untuk menjamin keamanan dan kenyamanan jemaah.

Dari sisi kesehatan, hingga 5 Mei tercatat 12.725 jemaah menjalani rawat jalan. Sebanyak 144 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), sementara 232 lainnya mendapat perawatan di rumah sakit Arab Saudi. Masih ada 70 jemaah yang menjalani rawat inap.
Pada 5 Mei, satu jemaah asal Kabupaten Bogor, Aen Soleh Salimar dari kloter JKS 05, dilaporkan wafat. Dengan demikian, total jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia mencapai 10 orang.
“Kami menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya jemaah haji Indonesia. Pemerintah akan terus memastikan layanan kesehatan berjalan optimal di seluruh lini,” ujar Suci Annisa, Juru Bicara Kemenhaj dikutip Kamis (7/5/2026).
Kemenhaj merekomendasikan jemaah menggunakan payung, topi, masker, dan alas kaki yang nyaman. Perbanyak konsumsi air putih tanpa menunggu rasa haus serta atur waktu istirahat yang cukup menjadi kunci menjaga stamina di tengah suhu ekstrem .
Penguatan bimbingan ibadah juga menjadi prioritas. Sebanyak 29.497 jemaah telah memperoleh izin masuk ke Raudhah, termasuk tambahan 341 izin yang terbit pada 5 Mei. Jemaah diimbau memanfaatkan aplikasi Nusuk untuk mengakses layanan tersebut.
Kemenhaj mendorong pemanfaatan Aplikasi Kawal Haji sebagai sarana pengaduan digital. Platform yang diluncurkan sebelum musim haji ini memungkinkan jemaah melaporkan kendala layanan secara real-time, mulai dari konsumsi, akomodasi, transportasi, hingga kehilangan barang.
“Aplikasi Kawal Haji menjadi instrumen penting untuk memastikan layanan yang responsif, transparan, dan akuntabel. Kami mengajak jemaah dan keluarga untuk aktif menggunakannya,” tegas Suci.
Kemenhaj juga mengingatkan seluruh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk mematuhi ketentuan yang berlaku. Peringatan ini menyusul kecelakaan bus yang menimpa jemaah di Madinah beberapa waktu lalu.
“Seluruh KBIHU wajib berkoordinasi dengan petugas, mematuhi ketentuan yang berlaku, serta mengutamakan keselamatan jemaah,” kata Kepala Biro Humas Kemenhaj, Moh. Hasan Afandi.







Tidak ada komentar