TRENDING

Swasta Jadi Andalan Pemerintah Kejar 6,5 Persen

2 menit membaca
Nandang Permana
Nasional, News - 21 Mei 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Target pertumbuhan ekonomi 6,5 persen pada 2027 hanya akan tercapai jika sektor swasta bergerak penuh. Pemerintah mengakui kapasitas fiskal tak lagi bisa diandalkan sebagai satu-satunya penggerak.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut ruang belanja negara tahun depan terbatas. Defisit anggaran dijaga ketat di kisaran 1,8 hingga 2,4 persen terhadap PDB. “Sekarang 5,6 persen aja, ini dengan mesin swasta yang baru mulai bergerak loh, belum penuh,” ujarnya dikutip Kamis (21/5/2026).

Ia optimistis tahun depan situasi membaik. Peluang ekonomi mendekati 6 persen pada 2026 disebutnya terbuka lebar. “Saya harap tahun depan mesin-mesin swastanya sudah berjalan lebih baik dibanding sekarang,” kata Purbaya.

Keyakinan itu bertahan meski rupiah tengah tertekan hingga menyentuh Rp17.700 per dolar AS. Menkeu mengklaim langkah mitigasi sudah disiapkan, termasuk intervensi di pasar obligasi. “Kita kan udah masuk ke bond market, tapi juga ada langkah-langkah pemerintah yang membuat rupiah akan menguat dengan signifikan,” klaimnya.

Seluruh asumsi makro dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 disebut telah dihitung dengan model ekonometri. Purbaya memastikan angka-angka itu bukan tebakan.

Terkait pajak, pemerintah memberi kepastian: tidak akan ada jenis pajak baru pada 2027. “Enggak ada, belum ada sekarang,” tegasnya.

Namun ia membuka peluang penerapan secara bertahap di masa mendatang, dengan syarat ekonomi dan daya beli masyarakat sudah jauh lebih kuat.

“Jadi kita enggak akan menerapkan pajak yang bisa mengganggu daya beli masyarakat dan mengganggu arah ekonomi,” tambahnya.

Dokumen KEM-PPKF 2027 yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat paripurna sehari sebelumnya memuat target pendapatan negara 11,82 hingga 12,40 persen terhadap PDB. Belanja negara dialokasikan lebih tinggi, 13,62 hingga 14,80 persen terhadap PDB.

Inflasi dijaga di kisaran 1,5 hingga 3,5 persen. Suku bunga Surat Berharga Negara tenor 10 tahun dipatok 6,5 hingga 7,3 persen. Nilai tukar rupiah ditargetkan bergerak di rentang Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS—lebih lemah dari asumsi APBN 2026 yang sebesar Rp16.500.

Di sektor energi, harga minyak mentah Indonesia dipatok 70 hingga 95 dolar AS per barel. Target lifting minyak 602 hingga 615 ribu barel per hari, lifting gas 934 hingga 977 ribu barel setara minyak per hari.

Pemerintah juga memasang target-target sosial. Angka kemiskinan diturunkan menjadi 6,0 hingga 6,5 persen, membaik dari target APBN 2026 sebesar 6,5 hingga 7,5 persen. Tingkat pengangguran terbuka ditekan ke 4,30 hingga 4,87 persen.

Rasio gini dipatok menyempit ke kisaran 0,362 hingga 0,367 . Presiden Prabowo dalam pidatonya menegaskan jarak antara kelompok kaya dan miskin tidak boleh semakin lebar.

Indeks kesejahteraan petani ditargetkan naik ke level 0,8038 dari capaian sebelumnya 0,7731. Proporsi penciptaan lapangan kerja sektor formal dibidik melonjak hingga 40,81 persen, melesat dari target 2026 yang sebesar 35 persen.

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 days ago
3 weeks ago
3 weeks ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!