Garam Himalaya dari tambang Khewra Pakistan mengandung 80 jenis mineral/Ilustrasi: IndoragamnewscomIndoragamnewcom-Garam Himalaya berasal dari tambang garam terbesar kedua di dunia, Khewla Salt Mine, yang terletak di kaki pegunungan Himalaya, Pakistan.

Endapan garam ini terbentuk jutaan tahun lalu dan terkubur di bawah lapisan lava, salju, serta es. Warna merah muda yang menjadi ciri khasnya berasal dari kandungan zat besi oksida di dalamnya.
Garam ini mengandung natrium klorida hingga 98 persen. Sisanya terdiri dari beragam mineral seperti zat besi, kalium, magnesium, kalsium, sulfur, fosfor, klorida, boron, yodium, seng, selenium, dan tembaga.
Sebanyak 80 jenis mineral berbeda membentuk kandungan nutrisinya, termasuk mineral yang sulit ditemukan dalam makanan sehari-hari. Meski demikian, kebutuhan mineral harian tetap harus dipenuhi dari berbagai sumber makanan lain karena kandungan mineral dalam garam ini relatif kecil.

Beberapa manfaat yang dikaitkan dengan garam Himalaya antara lain membantu penyerapan nutrisi, menjaga sistem pencernaan dengan merangsang produksi asam klorida, serta mencegah anemia berkat zat besi alami di dalamnya.
Kandungan mineralnya juga disebut membantu melawan radikal bebas, mengatasi insomnia, dan mendetoksifikasi tubuh melalui rendaman air hangat. Garam ini dapat dijadikan scrub alami untuk membantu menyamarkan selulit dan menghilangkan jerawat.
Untuk penggunaan sehari-hari, garam Himalaya dapat ditambahkan pada masakan di menit-menit akhir agar khasiat mineralnya tetap terjaga.
Selain untuk konsumsi, garam ini juga dimanfaatkan dalam terapi uap dan mandi untuk relaksasi otot serta melancarkan sirkulasi darah.
Namun, penting dicatat, hingga saat ini belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan secara pasti bahwa garam Himalaya lebih sehat dibandingkan garam dapur biasa.




