Wabup Sahid Tinjau Banjir Torue, Sawah Siap Panen Rusak

3 menit membaca
Fazril Maulana
Daerah - 03 Jul 2026

Indoragamnewscom, PARIGI MOUTONG-Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Torue pada Selasa malam (30/6/2026) memicu banjir dan merusak sejumlah infrastruktur serta lahan pertanian warga.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bencana ini meninggalkan kerugian besar bagi petani setelah hamparan sawah yang nyaris memasuki masa panen rusak akibat terjangan air dan material lumpur.

Merespons kondisi tersebut, Wakil Bupati Parigi Moutong Abdul Sahid turun langsung ke lokasi terdampak pada Rabu (1/7/2026) untuk memastikan kondisi warga sekaligus memetakan langkah penanganan darurat.

Kehadiran Wakil Bupati menjadi bentuk respons cepat pemerintah daerah dalam memastikan keselamatan masyarakat serta mempercepat penanganan di titik-titik terdampak paling parah.

Salah satu dampak terberat terlihat di Desa Purwosari, di mana sekitar 50 meter persegi area persawahan rusak total setelah tertimbun material tanah dan lumpur akibat luapan banjir.
Kondisi ini sangat memukul petani karena tanaman padi sebenarnya sudah mulai berbuah dan dalam waktu dekat siap dipanen.

“Kalau untuk warga, alhamdulillah kondisinya aman dan air sudah mulai surut. Namun, hantaman keras justru dirasakan sektor pertanian. Persawahan yang tidak lama lagi mau dipanen, yang sudah mulai berbuah, justru terkena banjir. Banyak sekali yang rusak,” ujar Abdul Sahid dikutip Jumat (3/7/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Wakil Bupati menyisir sejumlah titik kritis yang membutuhkan intervensi cepat. Di Desa Tolai, Dusun 8, kerusakan parah terjadi pada saluran drainase yang menyebabkan aliran air tidak berjalan optimal.

Pada lokasi ini, Abdul Sahid mengajak warga untuk mengedepankan semangat gotong royong, termasuk mengikhlaskan sebagian lahan di sekitar drainase jika dibutuhkan untuk pelebaran saluran.

Sementara di Desa Tolai Barat, luapan air memicu abrasi yang sempat merembet hingga merendam sejumlah rumah warga. Adapun di Desa Tolai Timur, penyempitan saluran air menjadi salah satu penyebab utama banjir.

Pemerintah daerah berkomitmen segera melakukan normalisasi dan pelebaran drainase agar kapasitas aliran air meningkat.

Meski dampak pada permukiman warga relatif terbatas, kerusakan serius justru terjadi pada sektor pertanian. Luapan air akibat tanggul yang jebol menggenangi area persawahan produktif yang menjadi sumber penghidupan utama warga.

Abdul Sahid menegaskan, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong tidak akan tinggal diam menghadapi kondisi tersebut. Bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa, langkah penanganan darurat langsung disepakati.
“Kami bersama Kalak BPBD dan kepala desa sudah sepakat, insyaallah besok titik tanggul yang jebol akan segera diantisipasi menggunakan bronjong. Ini penting agar dampak banjir tidak meluas lagi,” tegasnya.

Langkah pemasangan bronjong diprioritaskan untuk memperkuat tanggul sekaligus mencegah luapan air susulan apabila curah hujan kembali tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Di akhir peninjauan, Wakil Bupati menyampaikan pesan penting kepada masyarakat bahwa bencana ini harus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga lingkungan, khususnya kebersihan saluran air. Ia menilai banyak kasus banjir dapat diminimalkan jika drainase terjaga dan terbebas dari sedimentasi maupun sampah.
“Harapan kami kepada masyarakat, mari bekerja sama dengan baik. Saluran air harus kita bersihkan bersama. Ketika aliran air lancar dan tidak ada sampah yang menyumbat, insyaallah banjir seperti ini bisa kita hindari,” pungkasnya.

Bagikan Disalin

IKLAN

INSTAGRAM

2 months ago
2 months ago
2 months ago
3 months ago
3 months ago

x
x
CLOSE ADS