Martina pertahankan Lamang Tapai Uni Tina selama satu dekade di Padang/Foto: Media Center Kota Padang.Indoragamnewscom, KOTA PADANG-Martina, pemilik Lamang Tapai Uni Tina di Seberang Padang Utara, Kota Padang, telah menggeluti usaha lamang tapai selama sepuluh tahun terakhir.

Usaha yang ia jalankan merupakan kelanjutan dari bisnis orang tuanya yang dirintis secara turun-temurun.
Berbekal resep keluarga, Martina memilih membuka gerai sendiri sekitar satu dekade lalu.
Lamang tapai adalah makanan ringan khas Minangkabau yang terdiri dari lemang—beras ketan yang dimasak dalam bambu berlapis daun pisang—dan tapai ketan hitam yang difermentasi . Dalam tradisi Minangkabau, lamang dan tapai diibaratkan seperti laki-laki dan perempuan, dua elemen yang tak terpisahkan .

“Saya memilih usaha lamang tapai ini karena ingin meneruskan usaha orang tua. Usaha ini memang sudah turun-temurun dari keluarga,” ujar Martina di Padang dikutip Selasa (7/7/2026).
Lamang Tapai Uni Tina dikenal memiliki tekstur lembut dengan cita rasa santan gurih. Martina menyediakan beberapa varian produk, termasuk lamang baluo, lamang pisang, dan lamang pulut hitam.
Menurutnya, lamang tapai bukan sekadar makanan tradisional, tetapi bagian dari identitas budaya Minangkabau yang perlu dilestarikan.
Di tengah kenaikan harga bahan baku, Martina memilih mempertahankan kualitas daripada mengurangi mutu produk.
“Walaupun harga bahan baku naik, rasa tetap kami jaga dan tidak pernah berubah. Itu yang menjadi komitmen kami kepada pelanggan,” tegasnya.
Martina juga aktif mengikuti program pembinaan UMKM yang difasilitasi di Kecamatan Padang Selatan. Dukungan tersebut difokuskan pada aspek pemasaran dan promosi agar produknya lebih dikenal luas.
“Alhamdulillah, mereka selalu membantu dalam pemasaran dan promosi produk lamang tapai kami ke berbagai tempat, termasuk saat ada kegiatan atau acara tertentu,” tuturnya.
Warisan kuliner tradisional Minangkabau ini, menurut penelitian, telah menjadi mata pencaharian turun-temurun bagi sebagian masyarakat, dengan pasar tradisional menjadi pusat penjualan yang penting.
Tradisi malamang—pembuatan lemang secara gotong royong—menjadi perekat hubungan sosial sekaligus simbol kebersamaan masyarakat Minangkabau.
Melalui konsistensi menjaga kualitas, cita rasa, dan identitas kuliner Minangkabau, Martina berharap Lamang Tapai Uni Tina terus berkembang, memperluas pasar, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan di Kota Padang.




