Abdusy Syakur Amin Minta Harga Pangan Garut Tidak Melebihi Catatan Tahun Lalu

3 menit membaca
Fazril Maulana
Daerah - 16 Feb 2026

Indoragamnewscom, GARUT-Bupati Garut Abdusy Syakur Amin melakukan inspeksi mendadak untuk memantau harga dan ketersediaan Bahan Pokok Penting (Bapokting) di Pasar Guntur Ciawitali, Kamis lalu(12/2/2026).

Langkah ini diambil guna mengantisipasi lonjakan harga pangan menjelang bulan suci Ramadan yang kerap membebani daya beli masyarakat. Dalam tinjauan tersebut, pemerintah daerah berkomitmen mencari solusi taktis jika terjadi gangguan distribusi atau permainan harga di tingkat spekulan.

Dalam pemantauan di lapangan, Abdusy Syakur Amin memberikan instruksi khusus kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk menjadikan data harga tahun sebelumnya sebagai batas toleransi maksimal.

Ia menegaskan pentingnya menjaga agar inflasi pangan di Garut tidak lebih buruk dari periode sebelumnya, terutama pada komoditas utama.

“Sehingga bagi kami, kami tugaskan Pak Kadis untuk terus monitoring dan menjadi solusi. Dan tadi disampaikan oleh Pak Oping, ketika harga, saya minta dijadikan referensi sebelumnya. Jadi kalau harga itu usahakan tahun ini harga tidak lebih dari tahun kemarin,” ungkap Abdusy Syakur Amin.

Guna memperkuat stok, Bupati juga mendorong sinergi dengan Dinas Pertanian untuk merangkul para “petani champion” di wilayah lokal.

Strategi ini diharapkan mampu menjamin pasokan produk pertanian lokal tetap tersedia di pasar domestik sebelum dilempar ke luar daerah, mengingat Garut merupakan salah satu produsen utama komoditas pangan.

Meskipun stok dipastikan aman, sejumlah komoditas mulai menunjukkan tren kenaikan harga akibat perubahan pola konsumsi masyarakat menjelang momen “munggahan”. Kepala Disperindag ESDM Kabupaten Garut, Ridwan Effendi, mengonfirmasi adanya kenaikan pada kelompok sayuran seperti cabai merah, bawang merah, dan tomat.

Haji Oping, pemilik PD Dara Rawit, merinci bahwa saat ini harga cabai merah sudah merangkak naik ke kisaran Rp40.000 hingga Rp43.000 per kilogram. Berdasarkan pola tahunan, harga ini berpotensi melonjak drastis saat puncak permintaan tiba.

“Sekarang posisinya di atas 43 40 (ribu), ada naik menghadapi munggahan ini. Biasanya sampai 100 ribu, 80 ribu, 70 ribu, itu cabe merah. Bawang merah bakal terjadi antara 32 40 (ribu), bawang merah itu akan terjadi dikarenakan barang kurang cukup, mengambil dari luar. Harga normal itu 20 23 (ribu), 40 50 (ribu) bisa terjadi,” jelas Haji Oping.

Bupati menekankan bahwa pengawasan pasar ini bukan sekadar rutinitas daerah, melainkan instruksi langsung dari level nasional. Presiden Prabowo dan Menteri Dalam Negeri telah memberikan atensi khusus agar setiap kepala daerah mampu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok untuk menjaga ketenangan masyarakat.

“Tapi kita edukasi supaya jangan berlebihan, karena ini juga jadi atensi dari semua Presiden Prabowo, yang mewanti-wanti, Pak Mendagri mewanti-wanti supaya kita menjaga stabilitas harga produk bahan pokok penting,” tambah Bupati.

Selain pengawasan harga, pemerintah dalam waktu dekat akan menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Program bantuan ini diproyeksikan menjadi instrumen penyeimbang untuk mengendalikan harga pasar, khususnya pada komoditas beras, agar tetap terjangkau oleh keluarga penerima manfaat.

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

1 week ago
3 weeks ago
4 weeks ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!