Para pemain Persebaya sedang melakukan latihan rutin/Foto: Nandang Permana/IndoragamnewscomIndoragamnewscom, JAKARTA-Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, memilih membela anak asuhnya di tengah hantaman kritik tajam usai pertahanan tim dibobol lima gol oleh Borneo FC Samarinda pekan lalu.

Menjelang laga pekan ke-26 BRI Super League 2025/2026 melawan Persita Tangerang di Stadion Gelora Bung Tomo pada 4 April mendatang, Tavares menegaskan bahwa kekalahan telak 1-5 tersebut adalah tanggung jawab kolektif yang harus dipikul bersama sebagai sebuah tim.
Sorotan publik paling tajam mengarah pada bek tengah yang terjatuh dalam proses gol keempat lawan. Namun Tavares secara tegas menolak narasi kesalahan individu.
“Gol keempat terjadi karena kesalahan individu, bek tengah kami terjatuh. Tetapi kami kalah sebagai tim, jadi itu adalah kesalahan tim, bukan hanya satu pemain,” tegas Tavares.

Menurutnya, memojokkan satu pemain hanya akan memperburuk mentalitas tim menjelang laga kandang krusial melawan Persita. Pelatih berkebangsaan Portugal yang lahir pada 2 Mei 1980 dan telah berlisensi Pro-UEFA ini memang dikenal memiliki rekam jejak panjang di sepak bola Indonesia.
Sebelum menangani Persebaya, ia sukses membawa PSM Makassar meraih gelar juara Liga 1 musim 2022/2023 dan meraih predikat pelatih terbaik di musim yang sama.
Tavares juga memberikan pembelaan terkait pilihan bermain terbuka yang mengakibatkan skor membengkak. Menurutnya, Persebaya tidak akan pernah memilih opsi untuk menyerah di tengah laga.
“Ketika kami tertinggal, kami memiliki dua pilihan: menyerah atau tetap mencoba bermain. Kami memilih untuk terus mencoba menyerang, namun ketika kami membuka ruang, Borneo FC kembali mencetak gol,” jelasnya.
Karakter menyerang inilah yang akan dipoles kembali agar lebih seimbang saat menjamu Persita nanti. Dengan waktu persiapan sekitar tiga minggu, Tavares fokus mengembalikan keceriaan dan fokus di ruang ganti.
Ia tidak ingin anak asuhnya dihantui bayang-bayang kekalahan di Samarinda saat tampil di depan Bonek, julukan suporter fanatik Persebaya.
Tavares resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Persebaya pada 23 Desember 2025, menggantikan Eduardo Perez yang berpisah dengan klub sekitar sebulan sebelumnya.
Saat itu, Persebaya memiliki pekerjaan rumah besar untuk kembali ke jalur kemenangan setelah dalam lima pertandingan terakhir gagal mempersembahkan kemenangan dan hanya mendapat hasil imbang.
Kini, dengan modal pengalaman dan prestasi yang pernah diraihnya, Tavares optimistis dapat membangkitkan mentalitas tim.
“Semua orang merasa sedih, tetapi sekarang yang bisa kami lakukan adalah menganalisis kesalahan dan mencoba memperbaikinya agar bisa tampil lebih baik di masa depan. Kami harus menjadi tim yang lebih baik saat melawan Persita,” pungkas pelatih yang pernah menangani berbagai klub di Portugal, Oman, Tanzania, Maladewa, Makau, India, dan Finlandia tersebut.







Tidak ada komentar