TRENDING

Lapas Penuh, Desa Diserbu Narkoba: DPR Ungkap Fakta Mencekam Indonesia Darurat Narkoba

2 menit membaca
Ninding Yulius Permana
News, Politik - 04 Feb 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Peredaran narkoba yang kian masif kini tak hanya menghantam kota besar, tetapi sudah merembes hingga ke pelosok desa. Kondisi ini membuat status darurat narkoba bukan lagi sekadar jargon, melainkan ancaman nyata bagi sendi sosial masyarakat.

Anggota Komisi III DPR RI, Siti Aisyah, menegaskan pentingnya upaya pencegahan narkoba secara menyeluruh dan terstruktur. Ia menilai, negara tengah menghadapi situasi genting yang ditandai dengan dampak serius, mulai dari rusaknya tatanan sosial hingga melonjaknya angka kriminalitas di level akar rumput.

Salah satu indikator paling mencolok dari darurat narkoba, menurut Siti Aisyah, terlihat dari kondisi lembaga pemasyarakatan (lapas) di Indonesia yang mengalami kelebihan kapasitas ekstrem. Mayoritas penghuni lapas saat ini didominasi oleh kasus narkotika, sebuah gambaran nyata kegagalan pencegahan sejak dini.

“Dengan kondisi Indonesia yang darurat narkoba, karena hari ini lapas over capacity. Ada 100 persen, 200 persen yang tidak bisa menampung dari kejahatan narkoba. Dan isinya pak, 80–70 persen narkoba,” ujar Siti Aisyah dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Kepala BNN RI dan Kepala BNNP Seluruh Indonesia di Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Tak berhenti di situ, legislator Fraksi PDI Perjuangan ini juga mengungkap fakta mencemaskan lainnya. Peredaran narkoba kini telah masuk ke desa-desa dan menyasar kelompok masyarakat rentan, seperti buruh tani hingga pekerja serabutan. Mereka kerap dijebak melalui skema utang narkoba yang dibayar dengan tenaga atau hasil kerja.

Pola ini, kata Siti Aisyah, menciptakan lingkaran setan antara kemiskinan dan kecanduan. Dampaknya pun merambat ke berbagai sektor kehidupan masyarakat desa.

“Hal ini berdampak langsung pada meningkatnya tindak kriminal di pedesaan. Saat di lapangan aya temukan banyak barang yang rupanya dijual pak untuk membeli narkoba pak,” ungkapnya.

Yang paling mengkhawatirkan, lanjutnya, adalah infiltrasi narkoba ke kalangan anak-anak. Ia mengaku menerima laporan langsung dari guru sekolah dasar mengenai murid kelas lima yang sudah terpapar narkoba, bahkan hingga terjerat utang pembelian barang haram tersebut.

Menghadapi situasi tersebut, Siti Aisyah menekankan perlunya penguatan peran Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai leading sektor penanganan narkoba, khususnya di daerah.

“Karena hari ini narkoba sudah ke desa-desa pak. Tidak mungkin mereka punya dana ke ibu kota provinsi untuk rehab,” pungkasnya.

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Trending Harian

INSTAGRAM

3 days ago
3 weeks ago
3 weeks ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!