BPJS Kesehatan Defisit Rp2 Triliun Sebulan, Data PBI Harus Diperbaiki

1 menit membaca
Nandang Permana
News, Politik - 11 Jun 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago menyoroti kondisi keuangan BPJS Kesehatan yang disebut mengalami defisit hingga Rp2 triliun per bulan.

Defisit ini dinilai berpotensi menimbulkan risiko terhadap keberlanjutan pembiayaan layanan kesehatan nasional.

Menurut Irma, persoalan utama yang perlu segera dibenahi adalah akurasi data peserta Penerima Bantuan Iuran.

“Rakyat sudah membayar iuran dan menjalankan prinsip gotong royong dalam sistem jaminan kesehatan. Sesuai amanat konstitusi, masyarakat miskin memang menjadi tanggung jawab negara.
Karena itu, data penerima PBI harus benar-benar akurat,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Ia menyoroti kebijakan berbasis desil kesejahteraan yang berdampak pada sejumlah masyarakat kurang mampu justru kehilangan status kepesertaan bantuan.

“Kasihan masyarakat miskin yang memiliki penyakit katastropik jika kepesertaannya dinonaktifkan. Mereka sangat bergantung pada jaminan kesehatan untuk mendapatkan layanan pengobatan,” kata politisi Fraksi Partai NasDem ini.

Selain pembenahan data penerima bantuan, Irma juga mendorong pemerintah mencari sumber pendanaan tambahan guna memperkuat pembiayaan BPJS Kesehatan.

Salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan adalah pemanfaatan sebagian anggaran dari penerimaan cukai hasil tembakau untuk membantu menjaga keberlanjutan program jaminan kesehatan nasional.

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
1 month ago
1 month ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!