Bulog Jatim Catat Serapan Gabah Tertinggi Nasional, Stok Beras Tembus 1 Juta Ton Jelang Lebaran

3 menit membaca
Fazril Maulana
Daerah - 14 Mar 2026

Indoragamnewscom, SURABAYA-Perum Bulog Wilayah Jawa Timur mencatatkan capaian tertinggi secara nasional dalam penyerapan gabah dan beras menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.

Hingga pertengahan Maret, serapan gabah kering panen (GKP) di wilayah tersebut mencapai 588 ribu ton atau setara sekitar 300 ribu ton beras, berkontribusi 32 persen dari total serapan nasional yang mencapai 1,818 juta ton GKP atau sekitar 950 ribu ton beras.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Dinas Pertanian melalui para penyuluh, serta dukungan aparat keamanan dari TNI dan Polri.
Peran mitra penggilingan dan Tim Jemput Pangan (TJP) Bulog juga dinilai sangat membantu dalam mempercepat penyerapan gabah dari petani.

Langgeng menjelaskan, Tim Jemput Pangan Bulog di seluruh Jawa Timur siap melakukan pembelian gabah langsung di lokasi panen.

“Sering kami sampaikan kepada masyarakat khususnya Petani bahwa Bulog saat ini membeli langsung GKP ke Petani dengan Harga Rp. 6.500/kg,” kata Langgeng dikutip Sabtu (14/3/2026).

Harga pembelian pemerintah (HPP) tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.

Pencapaian serapan tahun ini bahkan disebut melampaui capaian satu tahun penuh pada periode 2022 hingga 2024, dengan serapan hingga Februari 2026 mencapai 379.582 ton GKP atau empat kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu.

Ia juga mengimbau para petani yang sedang memasuki masa panen untuk menghubungi Tim Jemput Pangan Bulog di daerah masing-masing.

“Bagi yang panen silahkan kontak Tim Jemput Pangan (TJP) Bulog di daerah masing-masing atau bisa melalui Babinsa dan Penyuluh Pertanian setiap Desa, seluruh Babinsa TNI /babinkamtibmas Polri dan Penyuluh sudah kerjasama dengan Bulog dan Tim TJP Bulog siap melakukan pembelian langsung ke Petani,” jelasnya.

Untuk menjamin keamanan transaksi, Bulog mendorong petani menggunakan sistem pembayaran nontunai atau transfer langsung ke rekening petani saat pembelian gabah. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari risiko peredaran uang palsu yang kerap meningkat menjelang hari raya.

Selain serapan gabah, Bulog Jawa Timur juga mencatat penyerapan jagung pipil kering (JPK) mencapai 40.796 ton atau sekitar 40 persen dari target nasional sebesar 100 ribu ton hingga akhir tahun.

“Harga beli Bulog untuk komoditi jagung yaitu Rp6.400 per kilogram untuk Kadar Air (KA) maksimal 14 persen di gudang Bulog,” ungkapnya. Penyerapan jagung tersebut turut mendapat dukungan dari jajaran kepolisian daerah, termasuk pemanfaatan gudang penyimpanan jagung milik Polri di Desa Pacing, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.

Langgeng menambahkan, jagung yang diserap Bulog akan digunakan untuk program stabilisasi harga pakan ternak melalui skema Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

“Program ini bertujuan menjaga stabilisasi harga jagung pakan ternak yang tentunya juga berdampak pada stabilisasi harga pakan, telur dan daging ayam,” ujarnya.

Sementara itu, selama bulan Ramadan harga sejumlah komoditas pangan pokok, terutama beras dan minyak goreng, relatif stabil. Hal ini didukung oleh kerja sama berbagai pihak seperti Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, serta Bulog.

Sejak Januari 2026, Bulog Jawa Timur telah menyalurkan beras program SPHP sebanyak 42 ribu ton serta mendistribusikan minyak goreng merek Minyak Kita sebanyak 9 juta liter melalui berbagai saluran, termasuk Gerakan Pangan Murah (GPM), pasar tradisional, pemerintah daerah, serta jaringan Rumah Pangan Kita (RPK).

Pemerintah bersama TNI dan Polri juga aktif menggelar Gerakan Pangan Murah di berbagai daerah, seperti di Sidoarjo yang menyediakan 1.000 paket sembako dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Kegiatan ini menjadi langkah menjaga ketersediaan bahan pangan menjelang Idulfitri agar stok tetap terpenuhi di masyarakat.

Bulog memastikan stok pangan di Jawa Timur aman menjelang Idul Fitri. Saat ini, cadangan beras tercatat mencapai sekitar 1 juta ton, jauh di atas kebutuhan normal, sementara stok minyak goreng Minyak Kita sekitar 2,1 juta liter.

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
1 month ago
1 month ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!