Gubenrnur Jawa Barat, Dedi Mulyadi/Foto:Humas Pemkab IndramayuIndoragamnewscom, BANDUNG-Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjatuhkan sanksi moral kepada Bupati Purwakarta Saiful Bahri Binzein atau Om Zein menyusul polemik lagu berjudul “Lalaki Langit, Lalanang Bejat” yang menuai kritik publik.

Sanksi tersebut berupa kewajiban merenovasi 10 rumah janda di Purwakarta menggunakan dana pribadi serta membantu menjamin pendidikan anak-anak mereka.
Nasihat itu disampaikan Dedi saat berdialog langsung dengan Om Zein melalui kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Dalam percakapan tersebut, Dedi menekankan bahwa setiap ucapan dan tindakan seorang kepala daerah tidak lagi dipandang sebagai urusan pribadi, melainkan akan dinilai dan dipertanggungjawabkan di hadapan masyarakat.

Dedi terlebih dahulu menanyakan apakah lagu kontroversial itu memang menggambarkan perjalanan hidup Om Zein semasa muda.
Om Zein mengakui lagu tersebut merupakan refleksi pengalaman pribadinya sebelum terjun ke dunia politik dan pemerintahan.
“Jadi cerita tentang diri saya, waktu mudanya nakal sebelum jadi bupati itu nakal,” ujar Om Zein.
Mendengar pengakuan itu, Dedi mengajak Om Zein melihat persoalan dari sudut pandang lebih luas. Ia menilai masyarakat kerap memberikan penilaian berbeda terhadap laki-laki dan perempuan dalam kasus serupa.
Karena itu, narasi yang disampaikan pejabat publik harus mempertimbangkan dampak sosial yang mungkin muncul.
“Bapak hari ini adalah bupati, maka setiap ucapan dan tindakan seorang bupati akan selalu dipertanggungjawabkan kepada publik,” tegas Dedi .
Menurut Dedi, persoalan bukan terletak pada pengakuan masa lalu, melainkan potensi masyarakat menafsirkan cerita tersebut sebagai bentuk pembenaran atau penghinaan terhadap martabat perempuan.
Ia mengingatkan kepala daerah memiliki tanggung jawab moral menjaga kepercayaan masyarakat, sehingga setiap pernyataan harus mampu memberikan teladan dan tidak menimbulkan polemik.
Usai menerima masukan, Om Zein menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. “Saya mohon maaf sebesar-besarnya atas itu. Karena saat itu saya tidak menyadarinya. Ketika ini menjadi kontroversi, saya salah dalam pemilihan kata,” katanya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Om Zein telah menghapus lagu tersebut dari seluruh platform media sosial. Ia juga menyatakan siap menjalankan sanksi moral dari Gubernur Jawa Barat dengan merenovasi 10 rumah janda muda di Purwakarta serta membantu menjamin pendidikan anak-anak mereka menggunakan dana pribadi.
“Saya sanggup menjalankan sanksi sosial dari gubernur,” pungkas Om Zein.




