Desa Sawarna di Lebak, Banten, menyimpan Pantai Pasir Putih, Tanjung Layar, Gua Lalay, hingga Pulo Burung. Primadona wisata sejak 1990-an/Foto: Indonesia KayaIndoragamnewscom-Julukan desa primadona layak disematkan ke Desa Sawarna di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten. Keindahan alamnya mampu menarik wisatawan lokal hingga mancanegara.

Pusat wisata desa ini berada di Kampung Cikoneng. Lokasinya dipisahkan sungai dan dihubungkan jembatan gantung.
Di Kampung Cikoneng, penginapan tersebar di sisi jalan sempit dan berkelok menyerupai labirin. Umumnya berupa rumah tinggal dengan kamar yang disewakan. Ada pula motel ber-AC. Uniknya, makanan disediakan pemilik penginapan sebagai fasilitas tambahan. Menu bisa dipesan sesuai keinginan, lengkap dengan buah pencuci mulut.
Destinasi paling ramai adalah Pantai Pasir Putih, berjarak 2 kilometer dari kampung. Pasir putih halus dan ombak laut selatan yang ganas menjadi panorama andalan. Garis pantainya panjang.

Menjelang senja, tempat terbaik menyaksikan matahari tenggelam adalah Pantai Tanjung Layar, 3 kilometer arah barat dari penginapan. Keindahannya tak hanya perpaduan warna merah dan kuning. Tebing setinggi 10 meter yang menjulang menyerupai layar perahu, dengan bagian tengah terbelah hampir terpotong, menjadi hiasan menakjubkan.
Untuk matahari terbit, tujuannya ke Pantai Karang Bereum yang bersebelahan dengan Pantai Legon Pari. Karang Bereum menawarkan pemandangan batu karang yang berubah warna terkena sinar matahari pagi. Sementara Legon Pari memiliki hamparan pasir putih bersih yang lembut dengan ombak relatif aman. Pantai ini kerap menjadi alternatif jika Pasir Putih terlalu ramai.
Di ujung kiri Legon Pari, terdapat Karang Taraje. Ombak menghantam tebing karang setinggi 5 meter. Karangnya bertingkat-tingkat menyerupai tangga.
Berbeda dengan wisata pantai, Gua Lalay dihuni gerombolan kelelawar. Dasarnya terendam air. Kedalaman gua mencapai puluhan kilometer, namun pengunjung hanya bisa masuk hingga 300 meter. Di loket masuk tersedia penyewaan senter dan helm.
Pantai Gua Langir memadukan wisata telusur gua dengan pantai landai. Gua di sini dihiasi stalaktit menyerupai stupa Candi Borobudur, sehingga kerap disebut Gua Seribu Candi. Di depannya terbentang pantai pasir bersih yang dibatasi tebing.
Paling jauh dari penginapan adalah Pulo Burung. Wisata ini menawarkan sekumpulan burung yang beristirahat saat hijrah dari utara ke selatan. Meski disebut pulau, sebenarnya lokasi ini terhubung dengan daratan. Hanya saja saat air pasang, jalan menuju ke sana terendam laut.
Desa Sawarna mulai dikenal sejak tahun 1990-an, saat peselancar mancanegara mengarungi lautan dari Pelabuhan Ratu hingga ke selatan untuk mencari ombak sempurna. Sejak itu wisata di sini terus ramai.
Bagi yang suka trekking, mengunjungi beberapa lokasi bisa memberi sensasi dekat dengan alam. Tersedia pula jasa ojek yang hilir mudik di daerah penginapan. Ojek bisa dipesan dengan paket sesuai destinasi pilihan.
Nama Sawarna diambil dari nama anak pertama yang tinggal di desa itu, Raden Sawarna. Versi lain menyebut nama itu serapan dari kebiasaan warga saat hajatan membekali diri dengan berbagai kue berwarna-warni. Keragaman warna itulah yang kemudian menjadi satu sebutan: Sawarna.







Tidak ada komentar