Empat Belas Adab di Masjid, dari Niat Hingga Larangan Jual Beli

3 menit membaca
Fitri Sri
Khazanah - 11 Jul 2026

Indoragamnewscom-Masjid bukan sekadar bangunan, melainkan rumah Allah yang harus dijaga kesuciannya. Islam mengatur 14 adab bagi siapa pun yang memasukinya, mulai dari niat yang tulus, pakaian terbaik, hingga larangan jual beli dan mengumumkan barang hilang.

Umat Islam akan senantiasa mulia ketika kembali memakmurkan masjid, sebagaimana generasi salaf dahulu. Namun memakmurkan masjid tidak cukup dengan kehadiran fisik; diperlukan pemahaman adab yang telah digariskan syariat.

Pertama, ikhlaskan niat karena Allah. Seseorang yang datang ke masjid hendaknya menunaikan tugas sebagai hamba, bukan karena ingin dipuji manusia. Setiap amalan tergantung pada niatnya.

Kedua, berpakailah yang indah. Allah memerintahkan hamba-Nya tidak hanya menutup aurat, tetapi juga memakai perhiasan terbaik saat shalat. Ini bentuk penghormatan kepada rumah Allah.

Ketiga, hindari makanan berbau tidak sedap. Rasulullah SAW melarang orang yang makan bawang putih, bawang merah, jengkol, pete, atau merokok untuk mendekati masjid. “Karena malaikat terganggu dengan bau tersebut, sebagaimana manusia,” sabda beliau .

Keempat, ketika masuk masjid, bacalah doa dan dahulukan kaki kanan. Doa yang diajarkan: “Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad…” dan memohon ampunan serta dibukakan pintu rahmat.

Kelima, kerjakan shalat tahiyatul masjid. Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia shalat dua rakaat sebelum dia duduk.” Ini adalah bentuk penghormatan kepada masjid.

Keenam, agungkan masjid. Jangan bersuara keras, bermain-main, atau duduk tidak sopan. Sebaiknya tidak duduk kecuali dalam keadaan suci (berwudhu). Allah berfirman, “Barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka itu timbul dari ketakwaan hati.”

Ketujuh, kaitkan hati dengan masjid. Datanglah sebelum shalat, gunakan waktu untuk berzikir dan beribadah, dan jangan buru-buru pergi setelah selesai.

Kedelapan, jaga lisan dari ucapan jorok. Masjid adalah tempat suci yang hanya pantas untuk perkataan suci dan terpuji. Tidak boleh bertengkar, berteriak, atau melantunkan syair yang tidak baik.

Kesembilan, jangan mengumumkan barang hilang di masjid. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya masjid-masjid tidak dibangun untuk ini.” Jika mendengar seseorang mengumumkan kehilangan, katakanlah: “Semoga Allah tidak mengembalikannya kepadamu.”

Kesepuluh, jangan berjual beli di masjid. Jika itu terjadi, fungsi masjid akan berubah menjadi pasar. Sabda Rasulullah: “Apabila kalian melihat orang yang jual beli di dalam masjid maka katakanlah padanya, ‘Semoga Allah tidak memberi keuntungan dalam jual belimu!'”

Kesebelas dan keduabelas, jangan ganggu orang yang beribadah dan jangan berteriak atau membuat gaduh. Masjid membutuhkan ketenangan. Rasulullah SAW bersabda, “Ketahuilah bahwa setiap kalian sedang bermunajat dengan Rabbnya. Maka dari itu, janganlah sebagian kalian menyakiti yang lain.”

Ketigabelas, jangan meludah di masjid. Tempat yang paling dicintai Allah ini harus dijaga kebersihannya. Jika terpaksa, ludahlah di sapu tangan atau pakaian, jangan di lantai atau tembok. Keempatbelas, keluar masjid dengan mendahulukan kaki kiri dan membaca doa: “Allaahumma innii as’aluka min fadhlika” (Ya Allah, aku memohon karunia-Mu).

Bagikan Disalin

IKLAN

INSTAGRAM

2 months ago
2 months ago
2 months ago
3 months ago
3 months ago

x
x
CLOSE ADS