Hadapi Lonjakan Pemudik, Polri Siagakan One Way-Contraflow demi Efek Ekonomi Rp137 Triliun

2 menit membaca
Ninding Yulius Permana
Nasional, News - 03 Mar 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan strategi rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah (one way) dan contraflow kembali diterapkan untuk mengantisipasi kemacetan saat arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Langkah ini dinilai efektif berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya dalam mengurai lonjakan volume kendaraan di jalur tol dan arteri.

“Strategi rekayasa lalu lintas juga akan terus kita lakukan berdasarkan pengalaman yang ada,” ujar Sigit saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral kesiapan Operasi Ketupat di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Senin kemarin (2/3/2026).

Operasi Ketupat 2026 sendiri direncanakan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan mengusung tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” .

Sigit merinci sejumlah rekayasa lalin yang bakal diterapkan, antara lain one way, contraflow, pengaturan ketat di rest area, pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga, hingga penerapan sistem ganjil genap di ruas tol Trans Jawa.

“Pemberian imbauan dan peniadaan tilang, delaying system di wilayah penyeberangan, dan pengalihan arus tentunya menjadi rekayasa-rekayasa yang akan kita lakukan,” jelasnya.

Selain fokus pada kelancaran lalu lintas, Kapolri turut menyoroti besarnya potensi ekonomi dari pergerakan masyarakat saat mudik. Berdasarkan catatan tahun lalu, perputaran uang dari pusat ke daerah mencapai sekitar Rp137 triliun.

Ia berharap angka tersebut dapat meningkat tahun ini seiring dengan optimalnya pengamanan arus mudik .

“Tentunya kita harapkan pengamanan operasi ketupat Tahun 2026 ini juga bisa berhasil dengan maksimal, sehingga multiplier effect bagi perekonomian di daerah tentunya juga akan berdampak signifikan,” tutup Sigit.

Untuk mendukung kelancaran Operasi Ketupat 2026, sebanyak 161 ribu personel gabungan dari TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga terkait akan dikerahkan. Pendekatan yang dikedepankan bersifat preemtif dan preventif, dengan penegakan hukum sebagai langkah terakhir.

Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14-15 Maret 2026, didominasi pergerakan dari Jawa Barat dan Jabodetabek menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!