Harga BBM Nonsubsidi Naik, Anggota DPR Minta Jaga Stabilitas Harga Pokok

3 menit membaca
Nandang Permana
News, Politik - 20 Apr 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, mengingatkan agar kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak berdampak luas terhadap harga kebutuhan pokok masyarakat.

Ia menegaskan bahwa penyesuaian harga saat ini hanya terjadi pada jenis BBM dengan Research Octane Number (RON) tinggi, sehingga seharusnya tidak secara langsung memicu lonjakan harga barang kebutuhan dasar.

“Pemerintah perlu memastikan bahwa kenaikan ini tidak merembet ke harga-harga kebutuhan pokok. Stabilitas harga pangan dan barang penting lainnya harus tetap dijaga, sehingga daya beli masyarakat tidak tergerus,” tegasnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (19/4/2026).

Ia menilai, meskipun keputusan kenaikan BBM nonsubsidi tersebut terasa mendadak bagi masyarakat, dalam konteks global dan tekanan terhadap sektor energi, penyesuaian harga BBM memang menjadi langkah yang tidak mudah dihindari.

“Dalam situasi global dan tekanan terhadap sektor energi, kita memahami bahwa penyesuaian harga BBM bisa menjadi opsi yang pada akhirnya harus diambil pemerintah. Namun, momentum dan komunikasi kebijakan ini perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan kegelisahan publik,” tambah politisi Fraksi PKB itu.

Meski demikian, ia menekankan pentingnya pemerintah untuk menyampaikan secara terbuka kondisi riil BBM nasional kepada masyarakat. Menurutnya, transparansi terkait ketersediaan, beban subsidi, hingga tantangan distribusi akan membantu publik memahami alasan di balik kebijakan tersebut.

“Kami meminta pemerintah menjelaskan secara komprehensif bagaimana kondisi sebenarnya sektor BBM kita saat ini. Ini penting agar masyarakat tidak hanya menerima kebijakan, tetapi juga memahami urgensinya,” lanjutnya.

Anggota Komisi VI DPR lainnya, Mufti Anam, sebelumnya juga menyoroti kebijakan ini sebagai langkah yang dilakukan mendadak tanpa sosialisasi. “Lagi-lagi Pertamina menaikkan harga BBM tanpa ancang-ancang, dan kenaikannya pun sekarang cukup signifikan. Kebijakan ini pastinya sangat memberatkan rakyat,” kata Mufti Anam, Minggu (19/4/2026).

Ia menilai dampak kenaikan ini dirasakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok ekonomi bawah yang terpaksa membeli BBM nonsubsidi karena sulitnya akses BBM subsidi di sejumlah daerah. Akibatnya, masyarakat dipaksa beralih ke BBM nonsubsidi yang kini harganya meningkat tajam.

Sementara itu, Anggota Komisi VI DPR RI, Asep Wahyuwijaya, mendorong Pertamina memperkuat peran dalam menjaga stabilitas pasokan energi serta meningkatkan transparansi dalam mekanisme penetapan harga BBM nonsubsidi agar publik memahami dasar kebijakan.

PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan sejumlah harga BBM nonsubsidi per Sabtu (18/4/2026). Berdasarkan informasi harga BBM di situs MyPertamina, harga BBM Pertamax Turbo dengan RON 98 melonjak tajam dari Rp13.100 per liter menjadi Rp19.400 per liter.

Kenaikan juga dialami Dexlite dari Rp14.200 per liter menjadi Rp23.600 per liter. Hal yang sama juga terjadi pada harga Pertamina Dex yang melesat dari Rp14.500 per liter menjadi Rp23.900 per liter .

Sementara itu, harga Pertamax dengan RON 92 masih tetap Rp12.300 per liter. Adapun harga BBM jenis Pertalite masih Rp10.000 per liter. Begitu juga dengan Pertamina Biosolar yang masih dipatok di harga Rp6.800 per liter .

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!