Seorang ibu mengambil dana Bantuan Langsung Tunai (cash transfers) di Kantor Pos/Foto:WikipediaIndoragamnewscom, JAKARTA-Sistem identitas digital tunggal sedang disiapkan. Kecerdasan buatan akan menjadi tulang punggungnya.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, transformasi ini mengubah total cara pemerintah menyalurkan bantuan dan subsidi.
“Pemerintahan ini akan berbasis digitalisasi dengan support AI,” ujar Luhut dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Salah satu perubahan paling mendasar: subsidi tidak lagi melekat pada barang. Pemerintah mengalihkannya ke transfer tunai langsung ke penerima manfaat.

“Subsidi tidak akan lagi ke barang. Subsidi akan langsung kepada penerima. Rata-rata kita kumpulkan bansos itu dengan cash transfer dan seterusnya ada Rp5,4 juta per orang,” jelasnya.
Luhut menargetkan sistem ini beroperasi pada akhir tahun. Landasannya adalah identitas digital tunggal yang saat ini dimatangkan. Menurutnya, sekitar 80 persen sistem GovTech sudah terintegrasi lintas kementerian dan lembaga.
“And ini nanti akan dikelompokkan dengan AI. Kita akan bisa mendorong UMKM dengan memberikan skor yang baik karena orang ini sudah bisa dipantau dengan jelas latar belakangnya karena teknologi,” ucapnya.
Ia menekankan bahwa Indonesia berpotensi menjadi negara berpenduduk besar pertama yang menerapkan sistem ini secara menyeluruh. Populasi diperkirakan mendekati 300 juta jiwa. Dengan sistem data terintegrasi, semua program dan layanan publik bisa diawasi secara real time.
“Semua akan bisa dimonitor dengan sistem ini,” tegasnya.
Luhut juga menyampaikan apresiasinya terhadap para pengembang sistem. Menurutnya, ini bukan teknologi impor.
“Dan sekali lagi sistem ini dibangun oleh anak-anak Indonesia,” imbuhnya.






