Jejak Tak Kasat Mata Prabu Siliwangi di Gunung Salak

3 menit membaca
Nandang Permana
News, Wisata - 23 Jan 2026

Indoragamnewscom-Selama berabad-abad, Gunung Salak tidak hanya dikenal sebagai kawasan penerbangan yang menantang atau surga bagi para pendaki. Di balik kabut tebal yang kerap menyelimuti puncaknya, gunung ini menyimpan rahasia terbesar bangsa Sunda: Jejak pelarian terakhir sang penguasa legendaris, Prabu Siliwangi.

Bagi masyarakat lokal, Gunung Salak adalah “Gunung Perak” (dari kata Sanskerta: Salaka) yang menjadi benteng spiritual terakhir Kerajaan Pajajaran sebelum sang raja memilih jalan Moksa—menghilang tanpa meninggalkan jasad.

Pura Parahyangan Agung Jagatkarta: Jejak di Kaki Gunung

Titik paling nyata dari jejak Prabu Siliwangi di Gunung Salak terletak di Pura Parahyangan Agung Jagatkarta, yang berlokasi di Ciapus, Kecamatan Tamansari, Bogor. Pura ini berdiri megah sebagai pura terbesar di Pulau Jawa dan kedua di Indonesia setelah Pura Besakih.

Detail Menarik: Lokasi berdirinya pura ini tidak dipilih secara sembarangan. Konon, pura ini dibangun tepat di titik jatuhnya “jejak kaki” terakhir Prabu Siliwangi sebelum menghilang menuju alam keabadian.

Keistimewaan: Di dalam kompleks pura, terdapat sebuah candi kecil yang didedikasikan khusus untuk menghormati Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi). Patung macan putih—simbol pengawal setianya—menjadi penanda kuat betapa sakralnya tempat ini bagi penganut kepercayaan Sunda Wiwitan maupun umat Hindu.

Kawah Ratu dan Misteri ‘Negeri di Atas Awan’

Naik lebih tinggi ke area Kawah Ratu, jejak spiritual ini semakin terasa. Kawah aktif yang mengeluarkan uap belerang ini diyakini sebagai “gerbang” pemandian bagi para leluhur.

Fakta Sejarah: Banyak ahli sejarah meyakini bahwa saat ibu kota Pakuan Pajajaran diserang, keluarga kerajaan dan sisa pasukan setia bergerak menuju lereng Gunung Salak untuk mencari perlindungan.

Medan yang sulit dan hutan yang sangat rapat menjadikannya tempat perlindungan sempurna yang tidak tersentuh musuh.

Energi Spiritual: Hingga saat ini, para peziarah dan praktisi spiritual sering melakukan ritual di sungai-sungai kecil sekitar kawah, mempercayai bahwa air yang mengalir dari puncak Salak membawa berkah dari Sang Prabu.

Puncak Manik: Tahta yang Tak Terjamah

Gunung Salak memiliki beberapa puncak, namun Puncak Manik adalah yang paling dianggap wingit (keramat). Di puncak inilah mitos mengenai kerajaan gaib Pajajaran sering diceritakan.

Cerita Rakyat: Konon, pada waktu-waktu tertentu, pendaki sering mendengar suara gamelan atau melihat sosok pria berwibawa dengan pakaian kerajaan di tengah kabut. Masyarakat percaya bahwa Prabu Siliwangi tidak benar-benar pergi, melainkan masih menjaga wilayah Pasundan dari puncak tertinggi “Gunung Perak” ini.

Mengapa Harus Berkunjung ke Sini?

Wisata ke Gunung Salak bukan sekadar melihat pepohonan hijau. Ini adalah perjalanan menyusuri sejarah yang hilang. Anda akan merasakan perpaduan unik antara:

1.Arsitektur Megah: Pura dengan latar belakang Gunung Salak yang menjulang memberikan pemandangan ala “Bali di Tanah Sunda”.

2.Kesejukan Udara: Suhu yang konstan di angka 18°C hingga 22°C membuat eksplorasi sejarah menjadi sangat nyaman.

3.Koneksi Budaya: Memahami mengapa sosok Prabu Siliwangi begitu dihormati dan bagaimana nilai-nilainya masih hidup dalam masyarakat Bogor saat ini.

 

 

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

2 weeks ago
2 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!