Kondisi jembatan di Desa Ajung Kecamatan Tebing Tinggi pasca banjir yang melanda Kabupaten Balangan./Foto: Media Center BalanganIndoragamnewscom, BALANGAN–Akses utama menuju objek wisata Gunung Hauk di Desa Ajung, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, terputus total.

Kerusakan ini terjadi setelah banjir besar melanda wilayah tersebut dan menghancurkan infrastruktur jembatan serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya.
Kerusakan jembatan di Desa Ajung berdampak pada lumpuhnya aktivitas warga lokal dan penutupan akses bagi wisatawan. Menurut laporan warga setempat, arus banjir tidak hanya memutus jembatan, tetapi juga menghanyutkan bangunan yang baru saja selesai dikerjakan.
Inai, salah satu warga Desa Ajung, melaporkan bahwa kondisi di lapangan saat ini sangat memprihatinkan karena jembatan sama sekali tidak dapat digunakan.

“Jembatan di Batu Ajung yang menjadi akses wisata rusak parah,” ujar Inai, Rabu (28/1/2026).
Selain jembatan, beberapa fasilitas di kawasan wisata Gunung Hauk yang terdampak meliputi:
Bangunan Baru: Struktur yang baru selesai dibangun satu bulan lalu hanyut terbawa arus.
Fasilitas Registrasi: Basecamp tempat pendaftaran pendaki hilang terbawa air.
Aset Warga: Beberapa pondok milik masyarakat di sekitar area wisata turut mengalami kerusakan.
“Ada bangunan yang baru selesai sekitar satu bulan lalu hanyut. Basecamp tempat registrasi juga hanyut, bangunan di area wisata rusak, dan beberapa pondok milik masyarakat ikut terdampak,” ungkap Inai.
Merespons kerusakan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPRPerkim) Kabupaten Balangan tengah menyiapkan langkah perbaikan darurat.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRPerkim Balangan, Rina Ariani, menyatakan bahwa pemulihan jembatan dan infrastruktur yang rusak akan menggunakan alokasi dana khusus.
“Saat ini kami sedang mengupayakan penanganan menggunakan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT),” jelas Rina Ariani.
Sebagai langkah awal penanganan teknis, Dinas PUPRPerkim akan menurunkan tim konsultan untuk meninjau lokasi. Survei ini bertujuan untuk menghitung tingkat kerusakan dan menentukan metode perbaikan yang tepat agar jembatan bisa segera difungsikan kembali.
Pemerintah daerah berharap perbaikan akses Desa Ajung ini menjadi prioritas agar mobilitas ekonomi masyarakat kembali normal dan sektor pariwisata Gunung Hauk dapat segera dioperasikan kembali.







Tidak ada komentar