Kemendag buka pendaftaran pelaku usaha fesyen dan tekstil untuk Saudi Fashion & Tex Expo 2026 di Jeddah, 24-27 September/Foto: WikipediaIndoragamnewscom, JAKARTA-Kementerian Perdagangan bersama Kedutaan Besar RI di Riyadh dan Konsulat Jenderal RI di Jeddah mengundang pelaku usaha fesyen, aksesori, alas kaki, dan tekstil untuk mengikuti Saudi Fashion & Tex Expo 2026.

Pameran dagang internasional tersebut akan berlangsung pada 24–27 September 2026 di Jeddah Center for Exhibitions & Events, Arab Saudi.
Pendaftaran peserta dibuka hingga 15 Juli 2026. Pelaku usaha yang memenuhi persyaratan dapat mendaftar melalui tautan yang disediakan Kemendag.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengajak pelaku usaha memanfaatkan pameran ini untuk memperkenalkan produk kepada calon pembeli internasional, memperluas jejaring bisnis, dan menjalin kemitraan dengan mitra dagang potensial.

“Saudi Fashion & Tex Expo 2026 adalah momentum yang tepat bagi pelaku usaha Indonesia untuk memperkenalkan kualitas dan daya saing produk kita kepada pasar kawasan teluk. Kami mengajak pelaku usaha memanfaatkan kesempatan ini untuk memperluas jaringan bisnis, menjalin kemitraan dengan calon pembeli, serta membuka peluang ekspor baru,” ujar Puntodewi.
Pameran yang memasuki edisi keempat ini merupakan ajang fesyen dan tekstil terbesar di kawasan Teluk . Edisi sebelumnya menarik lebih dari 550 peserta pameran dari 25 negara dan 10.000 pengunjung dari 41 negara.
Produk yang dapat dipromosikan meliputi busana wanita dan pria, pakaian olahraga, alas kaki, aksesori, dan tekstil.
Pemerintah akan memberikan fasilitasi kepada peserta terpilih berupa stan pameran dan transportasi selama di Jeddah, serta kesempatan mengikuti forum bisnis dan business matching dengan calon pembeli potensial.
Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag, Ari Satria, memaparkan persyaratan peserta. Pelaku usaha diharapkan memiliki Nomor Induk Berusaha atau KBLI yang sesuai, produk siap ekspor atau berpengalaman mengekspor dengan sertifikat relevan, serta paspor berlaku.
Peserta juga harus bersedia mengikuti proses kurasi, melaporkan seluruh transaksi bisnis yang diperoleh selama kegiatan, serta menanggung biaya di luar fasilitasi pemerintah.
Atase Perdagangan RI di Riyadh, Zulvri Yenni, menyampaikan Kemendag akan menyelenggarakan sosialisasi pada 16 Juli 2026 sebagai persiapan menuju pameran.
Melalui sosialisasi tersebut, pelaku usaha akan memperoleh informasi teknis keikutsertaan, potensi pasar, serta peluang ekspor produk Indonesia di Arab Saudi.
“Arab Saudi merupakan salah satu pasar potensial bagi produk fesyen dan tekstil Indonesia. Seiring meningkatnya permintaan terhadap produk fesyen berkualitas dan berkembangnya industri ritel di negara tersebut, pelaku usaha Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat penetrasi pasar dan meningkatkan ekspor,” pungkas Zulvri.
Keikutsertaan Indonesia dalam pameran ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong ekspor menyusul perundingan Indonesia-GCC Free Trade Agreement yang ditargetkan rampung pada 2026.




