TRENDING

Legislator PKB Desak Penguatan Literasi Digital demi Lindungi Anak di Ruang Siber

2 menit membaca
Ninding Yulius Permana
News, Politik - 13 Feb 2026

Indoragamnewscom, TANGERANG–Pembangunan ekosistem digital sehat dan aman di Indonesia masih menghadapi tantangan besar terkait pola konsumsi data masyarakat.

Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal, mengungkapkan adanya ketimpangan mencolok antara kecepatan unduh (download) dan unggah (upload) yang mencerminkan posisi masyarakat dalam ruang siber.

Berdasarkan data penggunaan internet nasional, rasio kecepatan unduh yang jauh lebih tinggi dibandingkan unggah mengindikasikan bahwa pengguna internet di Indonesia masih didominasi oleh aktivitas konsumsi konten daripada produksi informasi. Kondisi ini dinilai sebagai sinyal bahwa kedaulatan digital masyarakat belum optimal.

“Rasio download yang jauh lebih besar dibanding upload menunjukkan masyarakat kita masih lebih banyak menjadi konsumen informasi daripada produsen, dan ini menandakan ekosistem digital kita belum sehat,” ujar Syamsu Rizal di Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Tangerang, Banten, Rabu (11/02/2026).

Selain masalah konsumsi data, Politisi Fraksi PKB ini menyoroti keterbatasan infrastruktur pengawasan frekuensi. Saat ini, jangkauan pengawasan baru menyentuh angka 30 persen dari total kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Celah pengawasan yang besar ini dianggap sebagai kerentanan serius yang dapat merugikan publik dalam skala luas.

“Pengawasan frekuensi yang baru mencakup sekitar 30 persen wilayah Indonesia berpotensi menimbulkan risiko bagi masyarakat dan bahkan bisa berdampak pada kepentingan nasional,” tegas Legislator dari Dapil Sulawesi Selatan I tersebut.

Syamsu Rizal menambahkan bahwa meskipun pemantauan frekuensi kini mulai mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (AI), perluasan cakupan layanan tetap menjadi prioritas yang mendesak. Ia mendesak agar perlindungan ruang digital menjangkau hingga wilayah pinggiran agar akses dan keamanan dirasakan secara merata.

Dalam upaya menciptakan ruang siber yang lebih produktif, penguatan literasi digital dianggap sebagai kunci utama. Fokus utamanya adalah membekali masyarakat, terutama generasi muda, dengan kemampuan memfiltrasi informasi negatif serta mendorong terciptanya konten yang bermanfaat.

“Kami mendorong penguatan literasi digital agar masyarakat, khususnya anak-anak, bisa menjadi gatekeeper yang mampu menyaring informasi dan menghasilkan konten yang produktif,” tutur Syamsu Rizal.

Langkah ini diharapkan mampu mengubah paradigma masyarakat dari sekadar penikmat konten menjadi penggerak ekonomi digital yang aktif melalui karya-karya kreatif di internet.

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Trending Harian

INSTAGRAM

3 days ago
3 weeks ago
3 weeks ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!